Hingga Agustus 2025, KAI Serap 139,8 Juta Liter BBM Subsidi untuk Operasional Kereta Api

loading…

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI ncatat penyerapan bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebesar 139,8 juta liter dari Januari sampai Agustus 2025. Foto/Dok

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat realisasi penyerapan bahan bakar minyak atau BBM subsidi sebanyak 139,8 juta liter sepanjang Januari-Agustus 2025. Angka ini setara dengan 66,66% dari total kuota 209,8 juta liter yang diberikan pemerintah.

Wakil Presiden Humas KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa BBM subsidi tersebut dipakai untuk mendukung berbagai layanan operasional KAI, mulai dari kereta penumpang sampai angkutan barang seperti klinker, parcel, peti kemas, dan semen. Penggunaan subsidi ini dianggap berkontribusi untuk mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.

“BBM subsidi yang diberikan pemerintah kami kelola dengan transparan dan akuntabel. Kami pastikan penyerapan ini tepat sasaran, yaitu kembali ke masyarakat dalam bentuk layanan transportasi yang terpercaya, murah, dan bermanfaat,” kata Anne dalam keterangannya di Jakarta.

Baca Juga: Tantangan Distribusi BBM Bersubsidi di Tahun Baru 2025

Subsidi energi ini juga mendukung peningkatan kinerja KAI Group di sektor angkutan penumpang. Selama delapan bulan pertama 2025, jumlah penumpang tercatat sebanyak 328 juta orang, naik 8,51% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

MEMBACA  Agar kalimatnya lebih bernas dan enak dibaca, berikut beberapa opsi terjemahan dan penyempurnaannya:Opsi 1 (Ringkas & Modern):Kolaborasi Lintas Provinsi Digenjot, Wujudkan Pariwisata BerkelanjutanOpsi 2 (Lebih Resmi):Kemenpar Pacu Sinergi Antarprovinsi untuk Mewujudkan Pariwisata HijauOpsi 3 (Kreatif & Impaktif):Dengan Kolaborasi Daerah, Pariwisata Hijau Jadi Nyata---Penjelasan singkat pilihan kata:"Dorgenjor" / "Pacu" / "Gencarkan" lebih dinamis dan bernuansa aksi daripada "Dorong"."Kolaborasi" / "Sinergi" terkesan lebih setara dan modern daripada "Kerja Sama"."Pariwisata Berkelanjutan" adalah padanan yang sangat umum dan tepat untuk "Green Tourism"."Wujudkan" dapat diganti dengan "Diakselerasi" (jika fokus pada percepatan) atau "Diwujudkan" untuk penekanan pada hasil.