Kamis, 2 April 2026 – 19:35 WIB
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengataka bahwa upaya hilirisasi komoditas kelapa sawit di dalam negeri telah berhasil meningkatkan ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya.
Nilai ekspornya naik dari US$3,71 miliar pada Januari-Februari 2025, menjadi US$4,69 miliar pada periode yang sama di tahun 2026.
“Kalau CPO kita olah jadi margarin, kosmetik, dan produk lainya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia,” ujar Amran dalam keterangannya, Kamis (2/4).
Dia menekankan, pihaknya akan terus memperkuat ekosistem mulai dari produksi, pengolahan, sampai pemasaran komoditas sawit. Tujuannya untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat ekonomi nasional yang berbasis sektor pertanian.
“Kita kuasai lebih dari 60 persen pasar dunia. Artinya Indonesia sangat menentukan. Dan ini harus terus kita dorong hilirisasinya,” tegasnya.
Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengumumkan ekspor CPO periode Januari-Februari 2026 mencapai US$4,69 miliar. Angka ini tumbuh signifikan 26,40 persen dibanding periode sama tahun lalu (US$3,71 miliar).
Dari sisi volume, ekspor CPO dan turunannya juga naik cukup tajam, dari 3,33 juta ton (2025) menjadi 4,54 juta ton (2026).
Kenaikan ekspor CPO ini turut mendorong kinerja ekspor non-migas Indonesia secara keseluruhan, yang mencatatkan pertumbuhan positif.
“Ekspor non-migas tercatat naik 2,82 persen (year on year) dengan nilai US$42,35 miliar,” jelas Ateng.