Harmoni Imlek Nusantara: Pertunjukan Akulturasi Budaya Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan acara Harmoni Imlek Nusantara mencerminkan akulturasi budaya Indonesia yang beragam dan mempromosikan identitas budaya nasional.

“Akulturasi budaya Indonesia hanya ada disini, dimana budaya adalah sumber kode kita. Dengan kreativitas masyarakat, ini bisa menjadi mesin ekonomi yang luar biasa,” ujarnya Sabtu malam.

Irene, yang juga ketua Panitia Nasional Imlek 2026, mencatat acara ini menampilkan panggung publik untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi merayakan Imlek dan Ramadan secara bersamaan tahun ini.

Berita terkait: Indonesia akan jadi tuan rumah Festival Nasional Imlek pertama pada 2026

Perayaan Nasional Imlek digelar di seluruh Indonesia, termasuk Jakarta, menampilkan pertunjukan bakat, bazar produk lokal, dan pagelaran budaya.

Ia menekankan bahwa budaya berfungsi sebagai identitas nasional dan pendorong ekonomi potensial, mendorong para pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam mengembangkan inisiatif budaya di seluruh negeri.

Puncak perayaan termasuk pertunjukan dari grup taichi, silat, wing chun, dan wushu, bersama tarian barongsai dan pertunjukan drone yang menampilkan berbagai formasi.

“Kami ingin menunjukkan inilah Harmoni Imlek Nusantara. Indonesia adalah negara paling inklusif di dunia, Bhinneka Tunggal Ika,” kata Irene.

Selain Jakarta, Harmoni Imlek Nusantara berlangsung hingga Cap Go Meh, malam ke-15 di bulan pertama kalender lunar, dan diadakan di Palembang, Singkawang, Medan, Manado, Makassar, dan Pontianak dengan barongsai, festival lampion, dan bazar kuliner.

Berita terkait: Tahun Baru Imlek: Klenteng Konghucu di Batam sajikan 10 menu vegetarian

Penerjemah: Sinta, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Masih Banyak Kekayaan Indonesia yang Hilang dan Tidak Menyentuh Rakyat

Tinggalkan komentar