Harga Cabai Rawit Tembus Rp90 Ribu per Kg, Pemprov DKI Salurkan 3 Ton per Hari ke Jakarta

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, warga Jakarta mulai mengkuatirkan dengan kenaikan harga pangan yang tajam.

Komoditas cabai rawit merah (CRM) sekarang jadi perhatian utama karena harganya naik drastis sampai tembus angka Rp90.000 per kilogram, melebihi Harga Acuan Penjualan (HAP) dari pemerintah.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat dengan menyiapkan skema stabilisasi pasokan besar-besaran. Mereka akan mendatangkan stok dari luar pulau untuk menekan harga di tingkat konsumen.

Baca juga: Satgas Sidak Pasar Tomang, Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu per Kg

Perbedaan Harga Yang Mencolok

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengatakan ada perbedaan harga yang cukup besar antara daerah produsen dan pasar di ibu kota.

“Di tingkat petani Sulawesi Selatan, harga cabai rawit merah masih sekitar Rp45.000 per kilogram. Tapi, di Pulau Jawa sudah melonjak jadi Rp60.000 sampai Rp80.000. Di Pasar Induk Kramat Jati sendiri, kualitas terbaik bahkan sudah mencapai Rp75.000 hingga Rp90.000 per kilogram,” ungkap Hasudungan, Minggu (22/2/2026).

Baca juga: Stok Pangan Aman di Jakarta, Warga Diminta Waspadai Kenaikan Harga Minyak dan Cabai Jelang Ramadan

Hasudungan menjelaskan, kenaikan ini disebabkan oleh tiga faktor utama:

  • Cuaca Ekstrem: Curah hujan tinggimengganggu produktivitas lahan pertanian.
  • Siklus Petani: Tradisi petani yang beristirahat menjelang Ramadan mengurangi pasokan.
  • Lonjakan Permintaan: Meningkatnya konsumsi rumah tangga dan usaha menjelang hari besar agama.

Operasi Stabilisasi: Distribusi 3 Ton per Hari

Untuk meredam kenaikan harga, Pemprov DKI bekerjasama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Strategi utamanya adalah memutus rantai distribusi yang panjang.

  • Pasokan dari Sulawesi: Pemerintah akan mendatangkan cabai dari Sulawesi Selatan sebanyak 2 hingga 3 ton per hari.
  • Subsidi Distribusi: Pemerintah beli langsung dari petani dan kirim ke pedagang di Pasar Induk Kramat Jati.
  • Pembatasan Margin: Pedagang eceran yang terima pasokan ini wajib jual dengan harga maksimal Rp5.000 di atas harga beli, agar harga buat warga tetap terjangkau.

Prediksi Harga: Turun dalam Dua Pekan

Meski sekarang harga masih tinggi, Dinas KPKP memberikan kabar baik untuk ibu rumah tangga. Harga diperkirakan akan kembali normal secara berangsur dalam dua minggu ke depan.

“Seiring masuknya masa panen di sentra produksi seperti Garut, Sumedang, Magelang, hingga Banyuwangi, pasokan akan kembali banyak. Kami akan terus pantau secara rutin agar tidak ada pedagang yang main harga di luar ketentuan,” tegas Hasudungan.

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp

MEMBACA  Judul: Apa Motif Senior Aniaya Prada Lucky Sampai Tewas? Pangdam Udayana Buka Suara (Disesuaikan secara visual dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia)

Tinggalkan komentar