Minggu, 4 Januari 2026 – 23:00 WIB
VIVA – Musim MotoGP 2026 berpotensi jadi salah satu babak paling bersejarah dalam karir Marc Marquez. Pembalap dari Spanyol itu cuma butuh satu kemenangan lagi untuk mencapai 100 kemenangan grand prix sepanjang karir profesionalnya. Dia juga tinggal tiga kemenangan lagi dari rekor kemenangan terbanyak di era MotoGP yang sekarang dipegang Valentino Rossi.
Baca Juga :
Terpopuler: Mobil Murah Suzuki 2026, Motor Rossi–Marquez Disita FBI, dan Tantangan Ekspor RI
Marquez nutup musim sebelumnya dengan hasil yang hampir sempurna. Di Grand Prix San Marino, 14 September lalu, dia raih kemenangan ke-73 di kelas MotoGP dan yang ke-99 sepanjang karirnya di semua kelas. Saat itu, masih ada enam seri lagi dan peluang untuk mencapai angka 100 sangat terbuka.
Nggak cuma itu. Marquez juga lagi di jalur yang kuat untuk salip Rossi sebagai pembalap dengan kemenangan terbanyak di era MotoGP yang mulai sejak 2002. Rossi sendiri catat kemenangan MotoGP ke-76 di GP Belanda 2017, saat dia kalahkan Danilo Petrucci dengan selisih waktu yang sangat tipis.
Baca Juga :
Motor Bekas Valentino Rossi dan Marc Marquez Disita FBI
Tapi, jalan Marquez menuju sejarah sempat terhenti. Setelah pastikan gelar juara dunia kelas premier ketujuhnya sekaligus gelar dunia kesembilan di Jepang, Marquez malah dapat nasib buruk.
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez
Photo : ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra/YU
Baca Juga :
Insiden dengan Marco Bezzecchi di awal balapan GP Indonesia di Mandalika bikin dia alami cedera bahu di lengan kanan yang sebelumnya belum pulih sepenuhnya. Cedera ini memaksa dia berhenti sampai akhir musim 2025. Empat seri terakhir terlewat, dan misi untuk cetak kemenangan ke-100 serta kejar rekor Rossi pun tertunda.
Peluang terbuka lebar sejak awal musim
Masuk ke musim 2026, peluang Marquez untuk selesaikan ambisi ini terbuka lebar lagi. Kalau liat performanya musim lalu, dia mungkin nggak perlu nunggu lama. Marquez langsung dapat kemenangan di seri pembuka di Thailand, sebagai kemenangan pertamanya sebagai pembalap tim pabrikan Ducati.
Sirkuit Buriram dikenal cocok dengan gaya balap Marquez. Kondisi ini bikin GP Thailand jadi kesempatan pertama yang sangat realistis buat dia raih kemenangan ke-100.
Kalau target itu belum tercapai di Buriram, seri-serii awal musim tetap kasih peluang besar. MotoGP akan lanjut ke Brasil, tepatnya di Sirkuit Goiania yang sudah direnovasi dan belum pernah dipakai di era MotoGP. Lintasan baru dengan karakter grip yang belum banyak dikenal sering jadi medan favorit Marquez, yang terkenal cepat adaptasi dengan kondisi yang kurang ideal.
Setelah Brasil, MotoGP akan menuju Austin, Amerika Serikat. Sirkuit Americas selama ini identik dengan dominasi Marquez, meski musim lalu dia sempat jatuh karena kesalahan sendiri. Kalau bisa hindari risiko yang sama, Austin bisa jadi panggung penting dalam usahanya kejar rekor.