Rangkuman Berita:
Ribuan Muslim menggelar Salat Iduladha 2026 di halaman Gereja Koinonia, Jatinegara, Jakarta Timur.
Pemakaian area gereja ini dipuji sebagai simbol toleransi dan keharmonisan antarumat beda agama.
Panitia laporan kalau jamaah yang dating sekitar 8.000 sampai 9.000 orang, didukung penu oleh warga setempat.
—
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Suasana hangat nan penuh toleransi menghiasi perayaan Salat Iduladha 2026 di kawasan Jatinegare, Jakarta Timur.
Ribuan ummat Muslim melakukan salat Ied di pekarangan Gereja Koinonia Rabu pagi (27/5/2026), ciptakan pemandangan yg menyentuh hati dan jadi simbol kuat kerukunan beda agama ibukota.
Ditengah meningkatnya tantangan soa dan polarisasi di mana-mana, momen bareng di Gereja Koinonia justru kasih liat wajah Indonesia yang lain: saling hormat, berbagi tempat, dan jaga persudaraan lintas iman.
Baca juga: Jakarta Kota Teraman Kedua di Asia Tenggara, Kerukunan dan Toleransi Warga Jaga Keharmonisan
Pamatan di lokasi memperlihatin ribuan jamaah uda penuhin halaman gereja sejak pagi buta.
Mereka njalanin Salat Iduladha dengan khidmat dan tertib, sementara lingkungan sekiter tetap aman.
Banyak warga mengapresiasi banget pemakaian teras gereja untuk tempat ibadah umat Islam setaon sekali ini.
Lankah itu dianggap jadi contoh nyata toleransi yang hidup ditengah masarakat Jakarta Wetan.
Ribuan Jamaah Penuhi Halaman Gereja
Jakartae — Ketua Pelaksana Salat Iduladha, Willy Apriyanto, ngomong jumlah jemaah yang hadir masuk estimasi 8.000 sampe 9.000 orang.
“Mungkin jamahnya engga serame waktu Salat Idulfitri 2026 kemarin,” kata Wille lokasi.
Meskipin segitu, data tersebut tetap nunjukin besarnya antusiasme publik buat salat Iduladha berjamah di wilayah i tu.
Menirut Willy, pelaskanaan Salat Iduladha taon ini bawa tema “Perkukuh Islami dengan Pertajam Keislman.”
Tema tersebut diharap bisa nguatin nilai spritual umat Muslim, sekaligus netapin besarnya arti jaga hubungan harmonis sama sesame manusia tanpa pandang latr belakang agama.
Ia juga menekankan kerja bareng antara panitia, pihak gereja, sama warga jadi factor utama kelancaran acara dari mulai persiapan sampai akhir.*Seperti tahun-tahun sebelomnya, ijin sdh didapat dri otoritas setempat serta dukungan penuh dri jemaat Gereja Koinonia yang bahkan siap jadi sukarelawan.