Senin, 30 Maret 2026 – 07:33 WIB
VIVA – Ketegangan geopolitik global, terutama konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang menyebabkan harga minyak dan gas dunia naik, mulai pengaruhi stabilitas energi global. Indonesia juga terdampak, karena pasokan energi melalui Selat Hormuz terganggu pada Maret 2026.
Trump Ketakutan Soal Iran Pungut Biaya di Selat Hormuz
Gangguan distribusi energi global ini bikin harga minyak dan liquefied natural gas (LNG) melonjak tajam. Situasi ini jadi perhatian banyak negara karena ketergantungan pada energi fosil impor masih tinggi, termasuk Indonesia yang masih butuh pasokan energi dari luar.
Di tengah kondisi ini, Indonesia dianggap punya posisi strategis untuk menghadapi tekanan global. Ini karena Indonesia memiliki cadangan mineral kritis yang sangat banyak, yang selama ini penting untuk rantai pasok energi dan industri global.
Setelah Malaysia, Iran Kini Izinkan Kapal Thailand Melintas Selat Hormuz
Chief Executive Officer dari Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa, berpendapat dinamika geopolitik global malah buka peluang bagi Indonesia untuk memainkan peran lebih besar.
“Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan persaingan global atas mineral kritis, Indonesia punya posisi yang sangat strategis karena cadangan nikel, tembaga, bauksit, dan timahnya jadi fondasi utama industri,” ujar Fabby dalam pernyataan tertulis, Senin 30 Maret 2026.
Setelah Selat Hormuz, Iran Ancam Tutup Selat Bab al Mandeb, Bagaimana Nasib Perekonomian Dunia?
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) per Desember 2024, Indonesia punya sumber daya nikel sebesar 6,74 miliar ton dengan cadangan 3,13 miliar ton. Selain itu, sumber daya tembaga mencapai 18,336 miliar ton dengan cadangan 2,86 miliar ton.
Untuk bauksit, tercatat 7,79 miliar ton bijih mentah, 3,93 miliar ton bauksit tercuci, dan 1,32 miliar ton alumina. Sementara sumber daya bijih timah capai 8,27 miliar meter kubik dengan cadangan 6,43 miliar meter kubik.
Menurut Fabby, di tengah terpecahnya rantai pasok global, Indonesia tidak cuma berpeluang jadi pemasok bahan mentah, tapi juga bisa naik perannya dalam rantai nilai global jika bisa kelola sumber daya itu dengan optimal.
“Penguatan industri berbasis sumber daya ini adalah momentum bagi Indonesia untuk melompat ke rantai nilai global yang lebih tinggi,” katanya.
“Elektrifikasi transportasi jadi strategi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi sekaligus menekan beban subsidi energi,” tandas dia.
Ini Daftar Negara yang Diberi Izin Lewati Selat Hormuz, Indonesia Dapat Lampu Hijau
Kapal-kapal di kawasan yang bersiap melintasi selat Hormuz tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat ketegangan militer, dengan sebagian besar kapal yang tertahan.
VIVA.co.id
29 Maret 2026