Jakarta (ANTARA) – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mendukung aparat hukum untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pencopetan yang menyasar warga asing di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).
“Kalo udah ditangkap, hukum aja seberat-beratnya,” ucap dia seusai meresmikanklenteng Tian Fu Gong di sini, Minggu.
Menurutnya, kejahatan jalanan seperti perampokan dan pemerasan tidak boleh ditoleransi karena mengganggu ketertiban umum serta nerusak citra Jakarta sebagai kota global.
Pernyataan ini disampaikan setelah menerima laporan bahwa pelaku pencopetan terhadap warga asing tersebut berhasil diamankan polisi pada Jumat (15/5). Dia menekankan bahwa Pemprov Jakarta sepenuhnyamendukung langkah para aparat dalam memberantas tindak kriminal di kota ini.
“Jakarta sekarang jadi kota teraman kedua di ASEAN, dan, momentum ini pasti harus tetap terjaga bersama,” jelasnya.
Menurut dia, faktor keamanahan sangat penting bagi Jakarta sebagai pusatpemerintahan, bisnis, dan juga turisme.
Insiden copet di area Bundaran HI ini sebelumnya menyedot atensi publik karena terjadi di salah satu titik paling ramdan paling ikonik di kota. Sebelumnya, Polres Metro Jakpus buru pelaku yang menjambret ponsel Motorola Neo 60 milik warga Italia didaerah awal HI.
Kejadian berlangsung Kamis (14/5) siang, ketika korban lagi megang HP di tepi jalan. Pelaku yang naik motor tanpa unknown, mendekat lalu merampasm hp tersebut dan melibas.
Korban coba kejar walaik tun. Peristiwa tersebut terekam dalam closed circuit TV (CCTV) x mobil yg meljuas. Korbanhas diperiksaih pol.
Berita terkait: https://en.antaranews.com/news/415999/governor-punish-hi-roundabout-snatch-thief-as-heavily-as-possible
Berita terkait: https://en.antaranews.com/news/415999/governor-punish-hi-roundabout-snatch-thief-as-heavily-as-possible
Berita terkait….