Kamis, 19 Maret 2026 – 17:44 WIB
Orleans, VIVA – Tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, bersiap menghadapi pertandingan krusial di babak 16 besar Orleans Masters 2026. Ginting akan kembali dipertemukan dengan rival lamanya dari Taiwan, Chou Tien Chen, di Palais des Sports, Prancis, pada Kamis malam WIB 19 Maret 2026.
Pertemuan ini menjadi edisi terbaru dari persaingan panjang keduanya. Berdasarkan data BWF, Ginting saat ini unggul head-to-head dengan memenangi 10 dari 16 pertemuan. Pertemuan terakhir mereka terjadi di semifinal Piala Thomas 2024, di mana Ginting menang dua game langsung 21-18, 21-19. Meski unggul statistik, Ginting tetap waspada karena Chou yang kini berusia 36 tahun masih punya konsistensi tinggi sebagai unggulan pertama turnamen.
Ginting melaju ke babak ini setelah mengalahkan wakil Taiwan lain, Liao Jhuo-Fu, dengan skor 22-20, 21-5. Meski menang mudah di game kedua, Ginting mengaku sempat kesulitan menemukan ritme diawal pertandingan.
“Di game pertama permainan saya masih belum menemukan ritme yang nyaman. Banyak kesalahan sendiri dan masuk ke pola permainan lawan. Tapi Puji Tuhan bisa menyesuaikan di situasi setting,” kata Ginting dalam keterangan resmi PP PBSI.
Menjelang duel melawan Chou, peraih perunggu Olimpiade Tokyo ini menekankan pentingnya adaptasi teknis. Ia mencatat perbedaan signifikan antara kondisi lapangan di Orleans dengan turnamen Swiss Open pekan lalu, dari pencahayaan hingga merek shuttlecock yang dipakai. Hal ini butuh penyesuaian pola pikir dan strategi yang cepat.
Laga ini sangat krusial karena Ginting merupakan satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia yang tersisa di Orleans Masters 2026. Rekannya, Moh. Zaki Ubaidillah, harus terhenti di babak pertama setelah kalah dari wakil Jepang, Yushi Tanaka. Duel dengan Chou akan jadi ujian konsistensi bagi Ginting yang sedang berusaha kembali ke performa terbaiknya setelah sempat terkendala cedera dalam dua musim terakhir.