Gejolak Global Kian Meningkat, JFX Kukuhkan Ekosistem Lindung Nilai Komoditas

loading…

Direktur Utama JFX, Yazid Kanca Surya, dalam temu media di Jakarta, Rabu (15/4/2026). FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – PT Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX) memperkuat ekosistem perdagangan berjangka. Instrumen ini menjadi lindung nilai yang strategis untuk hadapi peningkatan volatilitas harga komoditas karena ketidakpastian geopolitik global. Langkah ini bertujuan menyediakan mekanisme perdagangan yang transparan dan kredibel bagi pelaku pasar. Dengan begitu, mereka bisa mengelola risiko dengan lebih terukur di tengah dinamika ekonomi dunia yang berubah-ubah.

“Dalam kondisi pasar yang makin tak pasti, kebutuhan terhadap mekanisme lindung nilai jadi makin relevan. Perdagangan berjangka hadir sebagai instrumen yang transparan, terstandarisasi, dan mendukung pembentukan harga yang kredibel di pasar,” ujar Direktur Utama JFX, Yazid Kanca Surya, dalam temu media di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Torehkan Kinerja Positif, JFX Bukukan Transaksi 14,71 Juta Lot di 2023

Yazid menjelaskan bahwa gejolak geopolitik saat ini memicu fluktuasi tajam harga komoditas strategis, mulai dari sektor energi hingga logam mulia. Oleh karena itu, JFX berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur pasar yang efisien. Tujuannya memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor dalam mengambil keputusan ditengah tekanan global.

Sejumlah produk unggulan JFX mencatatkan kontribusi yang signifikan. Terutama pada sektor komoditas fisik, di mana JFX kini menguasai lebih dari 95 persen pangsa pasar ekspor timah Indonesia. Pada tahun 2025 saja, nilai transaksi ekspor timah melalui bursa ini telah mencapai sekitar 1,7 miliar dolar AS.

MEMBACA  Selenis Targetkan Kapasitas Produksi di Pabrik Portugal Meningkat Dua Kali Lipat pada 2027

Tinggalkan komentar