Ringkasan Berita:
Alfamart bekerja sama dengan Layar Digi menghadirkan bioskop mini di gerai Gading Serpong sebagai proyek percobaan untuk hiburan komunitas.
Strategi ini bertujuan mengubah minimarket menjadi tempat nongkrong, menawarkan pengalaman langsung yang tidak didapat dari belanja online.
Sebagai alternatif terjangkau, bioskop micro cinema ini menyasar warga sekitar dengan harga tiket lebih murah dan lokasi yang dekat, tanpa perlu pergi ke mal.
*
WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG SELATAN – Fungsi minimarket sekarang tidak cuma untuk beli sabun atau mi instan lalu pergi.
Ritel besar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) secara resmi mengonfirmasi proyek uji coba ambisius mereka dengan membuka bioskop mini langsung di dalam gerai minimarket.
Bekerjasama dengan Layar Digi, Alfamart mencoba mengubah toko kelontong modern menjadi pusat hiburan untuk komunitas.
Langkah ini dilihat sebagai strategi pintar untuk tetap relevan di tengah maraknya belanja online yang mendominasi perilaku konsumen.
Sensasi Nonton Dekat Rumah
Proyek pertama ini dimulai dari gerai Alfamart Agricola Gading Serpong, Tangerang Selatan.
Dengan konsep micro cinema, masyarakat sekarang bisa menikmati film dengan kualitas audio visual yang bagus tanpa harus mengalami macet ke mal besar atau bayar parkir yang mahal.
Corporate Affairs Alfamart, Solihin, menjelaskan kalau kerjasama ini merupakan pembagian peran yang strategis.
Alfamart menyediakan lokasi yang strategis dan dekat pemukiman, sementara Layar Digi mengurusi bagian teknis bioskop.
"Kami adalah toko komunitas. Mayoritas konsumen kami dari sekitar. Jadi, bioskop mini ini memang untuk warga dekat gerai, bukan untuk menarik pengunjung dari jauh," kata Solihin seperti dilansir Tirto, Jumat (20/2/2026).
Strategi Diversifikasi Bisnis: Gaya Hidup Sebagai Penyelamat
Langkah Alfamart ini dapat apresiasi dari para pakar industri.
Managing Director Commercial Real Estate and Shopping Center Studies (CRSC), Yongky Susilo, menilai ini sebagai unit bisnis baru yang memperkuat ekosistem merek Alfamart.
"Ini adalah diversifikasi bisnis yang melengkapi ekosistem yang sudah ada. Karena target konsumennya sama, yaitu kelas menengah, hal ini tidak akan merusak citra Alfamart sebagai minimarket* utama," ujar Yongky.
Sementara itu, Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, menekankan bahwa masa depan ritel fisik terletak pada aspek gaya hidup atau lifestyle*.