FIFA Kini Dikuasai oleh Satu Penguasa Tunggal

Jumat, 27 Februari 2026 – 10:43 WIB

VIVA – Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, memberikan kritik tajam terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Blatter secara terbuka menyebut kondisi FIFA saat ini berjalan seperti sebuah kediktatoran.

Dalam wawancara dengan media Jerman Bild, Blatter menilai kekuasaan di FIFA sekarang sepenuhnya terpusat di tangan Infantino. Dia bahkan mengatakan peran Dewan FIFA hampir tidak ada artinya lagi.

“Bagaimana kondisi FIFA hari ini? Sekarang FIFA hanya terdiri dari satu orang: Presiden Infantino. FIFA telah menjadi kediktatoran,” kata Blatter, seperti dikutip dari Yahoo Sports.

Menurut Blatter, dewan FIFA yang punya hampir 40 anggota tidak memiliki pengaruh nyata dalam pengambilan keputusan penting. “Dewan FIFA tidak lagi punya suara,” tegasnya.

Blatter juga membandingkan gaya kepemimpinan Infantino dengan Louis XIV, Raja Prancis yang terkenal dengan kekuasaan absolutnya. “Dia memerintah seperti Raja Matahari,” sindir Blatter.

Tidak hanya itu, Blatter juga menyoroti kedekatan Infantino dengan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dia menilai hubungan itu lebih mirip hubungan politik untuk kepentingan tertentu.

“Trump selalu membuat drama dan untuk itu dia butuh sekutu baru, yaitu Presiden FIFA. Tapi Infantino lebih pantas disebut kaki tangan, bukan teman,” ujar Blatter.

Blatter juga mengkritik keras keputusan Infantino memberi penghargaan kepada Trump. “Penghargaan itu sama sekali tidak masuk akal. Infantino menjilat Trump karena dia membutuhkannya,” tambahnya.

Sebagai informasi, Blatter menjabat Presiden FIFA dari tahun 1998 sampai 2015 sebelum akhirnya lengser karena skandal korupsi. Setelah masa transisi di bawah Issa Hayatou, Infantino terpilih sebagai Presiden FIFA mulai Februari 2016 dan sekarang sudah hampir sepuluh tahun memimpin organisasi sepak bola dunia itu.

MEMBACA  Inilah penawaran Memorial Day yang harus dipilih oleh para pecinta kebugaran

Tinggalkan komentar