Kamis, 19 Februari 2026 – 18:40 WIB
Jakarta, VIVA – Bulan Ramadhan selalu membawa momen spiritual bagi umat Islam, salah satunya menjalankan salat tarawih pada malam hari.
Akhir-akhir ini muncul fenomena ‘tarawih kilat’, yaitu pelaksanaannya dengan tempo yang sangat cepat. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan penting: Apakah tarawih kilat sah menurut syariat Islam?
Ilustrasi salat berjamaah.
Apa Itu Tarawih Kilat?
Tarawih kilat merujuk pada pelaksanaan rakaat tarawih yang dilakukan sangat cepat, sehingga seluruh salat tarawih beserta witir bisa selesai dalam waktu singkat, bahkan kurang dari 10 menit.
Fenomena ini sering viral di media sosial dan memicu perdebatan di antara jamaah Muslim mengenai kualitas dan keabsahannya.
Sahkah Tarawih Kilat Menurut Syariat?
Menurut para ulama, tarawih kilat tetap sah secara hukum fiqih, asalkan semua rukun dan syarat salat terpenuhi. Ini mencakup rukun qauli seperti takbir, bacaan Al-Fatihah, tasyahud, dan salam, serta rukun fi’li seperti gerakan salat yang sesuai.
Jadi, meski dilaksanakan cepat, ibadah tersebut tetap diterima selama tata caranya dilakukan dengan benar. Namun, para ulama menekankan bahwa kualitas ibadah sebaiknya tetap dijaga. Kekhusyukan, tartil dalam membaca Al-Qur’an, dan ketertiban gerakan lebih dianjurkan daripada hanya mengejar kecepatan semata. Dengan begitu, tarawih tidak hanya sah, tapi juga bernilai spiritual tinggi.
Pendapat Para Ulama
Salat tarawih adalah ibadah sunnah yang dianjurkan di bulan Ramadhan. Karena bersifat sunnah, pelaksanaannya cukup fleksibel: bisa dilakukan sendirian di rumah, berjamaah di masjid, dengan tempo cepat ataupun lama, selama syarat dan rukunnya terpenuhi.
Para ulama menekankan pentingnya memaknai tarawih sebagai momen untuk meningkatkan iman, refleksi spiritual, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan sekadar menyelesaikan rakaat dengan cepat.
Kesimpulannya, fenomena tarawih kilat dapat dianggap sah menurut syariat jika semua rukun dan syarat salat dijalankan dengan benar. Tapi, agar ibadah lebih bermakna, jamaah disarankan untuk menjaga kekhusyukan, kualitas bacaan, dan gerakan salatnya. Dengan pendekatan ini, tarawih tidak hanya cepat, tetapi juga penuh nilai spiritual di bulan Ramadhan.