Fasilitas untuk 34.000 Koperasi Desa Dibangun, 2.500 Unit Selesai

Surabaya (ANTARA) – Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa pemerintah sudah memulai pembangunan sarana pendukung untuk 34.000 koperasi dalam program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dimana 2.500 unit telah selesai sepenuhnya.

Dalam pernyataan yang dikutip di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, dia menekankan bahwa proyek pembangunan yang berjalan ini merupakan bagian dari tujuan pemerintah untuk melengkapi semua 83.000 KDMP yang telah terbentuk di seluruh Indonesia dengan fasilitas dan infrastruktur yang diperlukan untuk usaha.

Dia menjelaskan bahwa pembangunan fisik dimulai setelah koperasi memperoleh akta atau sertifikat pendaftaran sebagai badan hukum.

Menteri juga mencatat bahwa setiap KDMP biasanya mengadakan forum diskusi yang menghimpun tokoh setempat untuk melanjutkan proses pelegalan.

Setelah dilegalisasi, tambahnya, koperasi desa dapat menerima dukungan untuk mengembangkan outlet, gudang, kantor, dan fasilitas penting lain dari pemerintah melalui BUMN pangan PT Agrinas Pangan Nusantara dan TNI, sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden No. 17 Tahun 2025.

“Insya Allah, pekerjaan konstruksi untuk 10.000 unit akan telah selesai pada Agustus atau September,” ujar Juliantono, meyakinkan publik bahwa jumlahnya akan terus bertambah.

Lebih lanjut dijelaskannya, program KDMP dirancang untuk mendukung daerah pedesaan dengan toko koperasi yang menawarkan berbagai komoditas pokok, termasuk barang bersubsidi.

Dia menambahkan bahwa pemerintah juga membayangkan koperasi desa untuk menjalankan apotek, klinik, layanan keuangan mikro, fasilitas penyimpanan, dan usaha logistik.

Menteri kemudian mengatakan bahwa koperasi juga didorong untuk menjalankan “kegiatan usaha yang selaras dengan potensi spesifik dan kebutuhan desa masing-masing.”

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan secara simbolis lebih dari 80.000 koperasi di seluruh Indonesia di bawah program KDMP pada Juli 2025, dengan 13 tujuan, termasuk memberdayakan warga desa, menciptakan lapangan kerja, membuat komoditas dan layanan penting lebih terjangkau, mengentaskan kemiskinan ekstrem, menekan inflasi, dan meningkatkan nilai tukar petani.

MEMBACA  Saya Rekomendasikan Laptop Hybrid Windows Ini untuk Perjalanan Kerja—Diskon Hampir 40%!

Beliau memutuskan bahwa setiap koperasi harus didukung dengan tujuh fasilitas penting: kantor pengelola, toko sembako, konter simpan pinjam, klinik, apotek, penyimpanan dingin, dan fasilitas logistik.

Berita terkait: President Prabowo eyes 8% growth through empowerment programs

Berita terkait: Minister calls for unity to advance village cooperatives program

Berita terkait: Indonesia finalizes key facilities for 2,200 village cooperatives

Penerjemah: Astrid F, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar