Rabu, 8 April 2026 – 01:06 WIB
Jakarta, VIVA – Investor asing terlihat melepas kepemilikkan sahamnya di Indonesia. Perusahaan investasi dari Singapura, Green Era Energy Pte LTD, menjual 350 juta lembar saham milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) pada Senin, 6 April 2026.
Emiten Big Caps Hadapi PR Besar Penuhi Aturan Free Float 15 Persen
Berdasarkan informasi yang ada, perusahaan asing ini menjual saham BREN dengan harga Rp 4.510 per lembar. Jadi, total nilai transaksi diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,57 triliun.
Manajemen perusahaan menjelaskan, aksi ini bertujuan untuk menambah free float dan likuiditas saham yang ada di bursa.
Analis Soroti Aksi Goreng Saham Makin Sulit Usai Penerapan Free Float 15 Persen
Dengan bertambahnya jumlah saham yang beredar, diharapkan perdagangan saham BREN menjadi lebih aktif dan menarik bagi investor lokal maupun asing.
Setelah penjualan, kepemilikan saham BREN oleh Green Era Energy berkurang jadi 30,32 miliar saham dengan hak suara turun ke 22,6655 persen. Sebelumnya, Green Era Energy Pte Ltd menguasai sekitar 30,67 miliar saham atau setara 22,9271 persen.
Tak Main-main! BEI Butuh Ratusan Triliun untuk Terapkan Free Float 15 Persen
Sampai penutupan perdagangan Selasa, 7 April 2026, saham BREN naik 6,65 persen atau 290 poin. Kenaikan ini membawa saham BREN ke level 4.650.
Resmi! BEI Tetapkan Free Float Saham 15 Persen
BEI resmi tetapkan batas minimum free float saham 15 persen. Aturan baru ini bertujuan meningkatkan likuiditas, transparansi, serta kepercayaan investor di pasar modal.
VIVA.co.id
31 Maret 2026