loading…
Pemandangan udara memperlihatkan kapal tanker minyak mentah di sebuah terminal minyak di lepas pantai Pulau Waidiao, Zhoushan, Provinsi Zhejiang, China, pada 4 Januari 2023. FOTO/China Daily via Reuters
SINGAPURA – Ekspor minyak mentah Arab Saudi ke China diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi di bulan Maret. Ini terjadi setelah kerajaan itu memberikan potongan harga resmi (OSP) selama empat bulan berturut-turut. Kebijakan ini berhasil menarik permintaan besar dari kilang-kilang mitranya di China.
“Perusahaan minyak negara Saudi, Aramco, akan mengirimkan setidaknya 58 juta barel ke China pada Maret, atau sekitar 1,87 juta barel per hari,” kata sumber perdagangan berdasarkan data alokasi ke kilang-kilang China. Volume ini naik cukup banyak dibanding dua bulan sebelumnya yang dibawah 50 juta barel, dan menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2022.
Baca Juga: Venezuela Kembali Kirim Minyak Mentah ke Israel, Pertama Sejak Maduro Diculik AS
Beberapa perusahaan China dilaporkan menaikan pengambilan minyak mentah Saudi untuk Maret, termasuk PetroChina, Rongsheng Petrochemical, dan Sinochem. Tapi, Hengli Petrochemical tercatat tidak melakukan pengankutan untuk bulan ketiga berturut-turut. Aramco dan perusahaan-perusahaan penyulingan yang disebutkan belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi.