loading…
Jerman membutuhkan senjata nuklir karena AS sudah tak bisa dipercaya. Foto/X/@ArturBogacki
BERLIN – Jerman harus jadi kekuatan nuklir karena usaha Presiden AS Donald Trump untuk ambil alih Greenland menunjukkan bahwa Eropa nggak bisa lagi bergantung sama perlindungan Amerika. Itu dikatakan anggota parlemen sayap kanan Kay Gottschalk.
4 Alasan Jerman Perlu Senjata Nuklir
1. AS Sudah Berkhianat
Gottschalk, juru bicara kebijakan keuangan parlemen dari Partai Alternatif untuk Jerman (AfD), bilang kesepakatan pascaperang soal “menyerahkan pertahanan Eropa” ke Washington sudah “hilang begitu aja” dan ngaku sikap Trump ke Greenland buktiin “ga ada persahabatan antar negara, cuma kepentingan.”
“Dan kepentingan Amerika Serikat pada dasarnya beda dari kepentingan kita dan Eropa. Justru karena ini, kita harus ambil alih lagi pertahanan dan keamanan Eropa… Jerman perlu senjata nuklir,” tulis Gottschalk di X pada hari Minggu.
2. Bentuk Aliansi Eropa
Anggota parlemen itu juga minta Jerman dan negara-negara Uni Eropa untuk bikin “militer terkuat” dan “senjata terbaik.”
“Akan susah untuk bentuk aliansi pertahanan bareng di antara negara Eropa. Perbedaan politiknya besar, masalah masa lalu juga dalam dan luas. Tapi itu satu-satunya jalan keluar dari ketergantungan menuju kedaulatan,” tegas dia.
3. AS Ingin Ambil Greenland
Trump udah berkali-kali bilang dia mau kontrol Greenland – wilayah otonom Denmark – dengan alasan wilayah itu penting banget untuk kepentingan strategis AS di Arktik dan nolak untuk tidak pakai kekuatan. Pemimpin Eropa sudah tolak perubahan apapun dalam status Greenland, yang bikin hubungan AS dan negara NATO lain renggang.
Ketegangan makin meningkat beberapa hari terakhir setelah Trump ancam akan kenakan tarif pada delapan negara Eropa sampai AS diizinkan beli pulau itu, yang picu peringatan bersama dari Eropa tentang “spiral penurunan yang berbahaya.”
Baca Juga: Presiden Jerman Tuding Warganya Malas Bekerja dan Sering Sakit-sakitan
4. Bisa Bikin Bom Nuklir dalam Beberapa Bulan
Soal senjata nuklir, Jerman terikat Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, dengan pejabat di Berlin berkali-kali bilang mereka nggak punya rencana untuk punya senjata jenis ini. Menurut Perjanjian Dua Plus Empat, yang buka jalan untuk reunifikasi negara itu, Berlin juga dilarang naruh senjata nuklir di wilayah yang dulu Jerman Timur.
Kepala Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi bilang pada Juli bahwa Jerman bisa bikin bom “dalam hitungan bulan,” tapi tekankan skenario itu “cuma hipotetis aja.”
(ahm)