Elon Musk Masih Berangan-angan tentang Tesla

Minggu, 4 Januari 2026 – 12:23 WIB

Las Vegas, VIVA – Elon Musk kembali menutup tahun dengan pernyataan penuh percaya diri soal Tesla, namun kali ini klaim tersebut dinilai semakin jauh dari realitas pasar otomotif global. Narasi yang dibangun terdengar optimistis, tetapi mulai retak ketika dihadapkan pada data penjualan lintas negara.

Baca Juga :
Terpopuler: Sindiran Bos BYD, Ekspor RI ke Meksiko Terancam, dan Janji Tesla yang Meleset

Disadur VIVA Otomotif dari Electrek, Minggu 4 Januari 2026, bos Tesla itu menyebut Model Y sebagai mobil terlaris dunia untuk tahun ketiga berturut-turut. Klaim tersebut memang terdengar impresif, namun banyak analis menilai pernyataan itu lebih menyerupai jargon pemasaran ketimbang kesimpulan berbasis angka final.

Pada 2023, status mobil terlaris dunia memang pantas disematkan pada Model Y. Namun situasi berubah ketika memasuki 2024 dan 2025, di mana persaingan justru semakin ketat dan dominasi Tesla tidak lagi mutlak.

Baca Juga :
Pabrikan Bakal Dipaksa Bikin Mobil Listrik Super Irit

Sepanjang 2025, tren penjualan global menunjukkan pergeseran signifikant. Model Y diperkirakan tak lagi memimpin, bahkan cenderung turun ke posisi ketiga di bawah dua model andalan Toyota.

Toyota RAV4 diproyeksikan kembali merebut posisi puncak dengan volume sekitar 1,2 juta unit per tahun. Corolla juga masih bertahan kuat dengan estimasi penjualan lebih dari satu juta unit, meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga :
Tak Semua Terwujud, Ini 5 Janji Elon Musk soal Tesla yang Meleset

Sebaliknya, penjualan global Model Y justru diperkirakan menyusut dua digit secara tahunan. Penurunan ini mengindikasikan bahwa daya tarik Tesla mulai tergerus di tengah gempuran model hybrid dan konvensional yang lebih terjangkau.

MEMBACA  Zelensky Berharap Mengakhiri Perang Ukraina-Rusia dengan Diplomasi di Tahun Mendatang

Masalah lain yang kerap disorot adalah minimnya transparansi Tesla dalam merilis data penjualan. Perusahaan hanya melaporkan angka gabungan Model 3 dan Model Y, sehingga sulit memverifikasi klaim individual tiap model.

Kondisi ini membuka ruang bagi Musk untuk melontarkan klaim besar di media sosial tanpa bisa segera diuji kebenarannya. Analis global membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyusun data registrasi dari puluhan negara demi mendapatkan gambaran utuh.

Di sisi lain, peta persaingan mobil listrik dunia juga berubah drastis. BYD resmi melampaui Tesla sebagai produsen kendaraan listrik murni terbesar secara global sepanjang 2025.

Produsen asal China itu mencatat pertumbuhan signifikan, sementara Tesla justru mengalami penurunan pengiriman tahunan. Selisih ratusan ribu unit menjadi sinyal kuat bahwa arah pertumbuhan kedua perusahaan kini berlawanan.

Halaman Selanjutnya

Kinerja BYD juga ditopang ekspansi internasional yang agresif, sementara Tesla masih bergulat dengan lini produk yang relatif stagnan. Tanpa platform baru yang lebih murah, Tesla tampaknya sulit mempertahankan narasi dominasi seperti yang terus digaungkan Elon Musk.

Tinggalkan komentar