Ekspansi Tanpa Perekrutan: Industri Indonesia Masuk Fase Pertumbuhan Tanpa Lapangan Kerja?

Jumat, 17 April 2026 – 15:05 WIB

Jakarta, VIVA – Kinerja sektor manufaktur Indonesia menunjukkan tren ekspansi di awal tahun 2026. Tapi, ada hal aneh yang perlu diperhatikan: aktivitas industri naik, tapi penambahan tenaga kerja belum signifikan.

Data Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) mencatat industri pengolahan di zona ekspansi pada triwulan I 2026. Kenaikan ini didorong oleh produksi dan permintaan yang kuat.

“Kinerja industri pengolahan pada triwulan I 2026 meningkat, terlihat dari angka PMI-BI sebesar 52,06 persen, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yaitu 51,86 persen,” menurut siaran pers, Jumat kemarin.

Dari sisi produksi, aktivitas manufaktur memang melonjak. Volume produksi ada di level ekspansi, seiring dengan permintaan pasar yang mendorong pengusaha meningkatkan kapasitas.

Namun, kondisi beda terlihat pada indikator ketenagakerjaan. “Kinerja komponen Jumlah Tenaga Kerja pada triwulan I 2026 menurun dengan indeks 48,76 persen, lebih rendah dari triwulan sebelumnya sebesar 48,80 persen.”

Angka ini menandakan sektor industri masih berkontraksi dalam serapan tenaga kerja, meski output naik. Artinya, pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya menciptakan lapangan kerja.

Ke depannya, perbaikan di sisi tenaga kerja diperkirakan akan terjadi, meski belum masuk zona ekspansi. “Pada triwulan II 2026, penggunaan tenaga kerja diprediksi membaik dengan indeks 49,49 persen, walau masih di bawah threshold (indeks <50)."

Sementara itu, dari sisi permintaan, industri tetap dapat dorongan kuat. Volume total pesanan masih di zona ekspansi, menunjukkan pasar masih menyerap produk manufaktur dengan positif.

Dari sisi subsektor, industri kulit dan alas kaki, percetakan, serta makanan dan minuman jadi penopang utama pertumbuhan. Sektor-sektor ini mencatatkan ekspansi yang kuat dan konsisten di tengah dinamika ekonomi global.

MEMBACA  Ada Cahaya Hati Cahaya Indonesia iNews, Masjid Al-Azhom Tangerang Dipenuhi Umat

Meski begitu, ketimpangan antara pertumbuhan produksi dan serapan tenaga kerja jadi catatan penting. Secara keseluruhan, PMI-BI menunjukkan industri manufaktur Indonesia sedang tumbuh. Namun, pertumbuhan ini masih bersifat “jobless growth”, di mana produksi meningkat, tapi tenaga kerja belum terserap secara optimal.

Tinggalkan komentar