Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Kecam Serangan Iran terhadap Negara-Negara Teluk

Jakarta (ANTARA) – Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, menegaskan kembali penolakan dan kecaman Kerajaan terhadap serangan-serangan Iran yang menargetkan Arab Saudi, negara-negara Teluk, serta sejumlah negara Arab dan Islam yang bersahabat.

“Kami tegaskan kembali sikap Kerajaan dalam menolak dan mengutuk serangan Iran terhadap Arab Saudi, negara Teluk lainnya, dan negara-negara Arab serta Islam yang bersahabat,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Dia menyatakan bahwa serangan yang berlangsung terus-menerus ini telah menimbulkan kerugian bagi warga sipil dan infrastruktur, serta melanggar hukum internasional dan prinsip-prinsip bertetangga yang baik.

“Kami juga menegaskan lagi penolakan dan kecaman kami terhadap dampak serangan-serangan ini terhadap stabilitas politik regional, terutama yang menyasar Arab Saudi,” katanya.

Menurut Faisal, Kerajaan telah mengambil pendekatan yang hati-hati dalam menanggapi provokasi Iran sambil menegaskan haknya untuk membela diri melalui cara-cara diplomatik dan non-diplomatik.

Ia menekankan perlunya penghentian segera serangan-serangan tersebut, sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2718 yang telah didukung oleh 136 negara anggota PBB.

Duta Besar itu mengatakan serangan-serangan telah menyasar situs-situs sipil dan lainnya di Arab Saudi serta negara-negara tetangga, mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan materiil dan moril yang signifikan.

Dia menambahkan bahwa kelanjutan serangan akan memperburuk situasi politik Iran dan memperdalam isolasi internasionalnya.

“Serangan-serangan ini juga berpengaruh negatif terhadap solidaritas dan persatuan umat Islam,” ujar Faisal.

Ia juga menekankan pentingnya kerjasama untuk menjamin kebebasan navigasi dan perdagangan di Selat Hormuz, guna menghindari dampak negatif pada perekonomian global serta perdamaian dan keamanan internasional.

Berita terkait: Prabowo dan Putra Mahkota Saudi bahas eskalasi konflik Timur Tengah

MEMBACA  Dana Visa untuk litigasi escrow dengan $1.5 miliar oleh Investing.com

Berita terkait: RI bahas dampak Iran-Israel dengan menteri Saudi dan Qatar

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar