Jakarta (ANTARA) – Raja Charles III dari Inggris berjanji untuk mendukung upaya Indonesia dalam memulihkan ekosistem dan memperbaiki kondisi lingkungan di taman-taman nasionalnya, dikatakan Sekretaris Kabinet pada hari Rabu.
“Dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III, Raja menyatakan komitmennya untuk mendukung Indonesia dalam meningkatkan ekosistem dan kondisi lingkungan dari 57 taman nasional di Indonesia,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kepada wartawan di Bandara London Stansted.
Wijaya menyebutkan Inggris sudah terlibat dalam upaya konservasi di beberapa lokasi, termasuk Taman Nasional Way Kambas di Lampung dan kawasan konservasi Peusangan di Aceh, yang keduanya fokus pada konservasi gajah.
Lokasi Peusangan, yang sebelumnya dimiliki oleh Prabowo, telah diserahkan kepada negara untuk mendukung konservasi gajah dan pemulihan ekosistem. Proyek ini dilakukan bersama World Wide Fund for Nature (WWF).
“Total luas areanya mencakup sekitar 90.000 hektar, tetapi tersebar di beberapa lokasi,” jelas Wijaya.
Dia menambahkan bahwa dukungan Inggris akan meluas melampaui perlindungan gajah, mencakup konservasi dan restorasi ekosistem yang lebih luas di lokasi-lokasi lain di Indonesia.
Presiden Prabowo dan Raja Charles mengadakan pembicaraan dengan kelompok filantropi dan aktivis konservasi di Lancaster House, London, pada Rabu pagi.
Dalam pertemuan tersebut, mereka mendiskusikan program-program konservasi, termasuk perlindungan gajah, sebuah isu yang lama diperjuangkan oleh raja Inggris itu. Raja Charles juga merupakan pelindung WWF UK.
Pejabat yang mendampingi Prabowo termasuk utusan khususnya untuk iklim dan energi, Hashim Djojohadikusumo; Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq; Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni; serta Budisatrio Djiwandono, wakil ketua Komisi I DPR.
Pertemuan ini menekankan kemitraan lingkungan yang semakin berkembang antara Indonesia dan Inggris, khususnya dalam konservasi satwa liar dan restorasi habitat, kata para pejabat.
Indonesia adalah rumah bagi salah satu kawasan hutan tropis terbesar di dunia dan beragam spesies terancam punah, termasuk gajah, harimau, dan orangutan Sumatera.
Kelompok konservasi menyatakan bahwa penggundulan hutan, perdagangan satwa liar ilegal, dan kehilangan habitat tetap menjadi tantangan besar.
Keterlibatan Inggris dalam proyek-proyek seperti Way Kambas dan Peusangan berfokus pada tindakan anti-perburuan liar, rehabilitasi habitat, dan konservasi berbasis masyarakat untuk mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar.
Setelah menyelesaikan agendanya di London, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Swiss, dimana beliau dijadwalkan menyampaikan pidato khusus pada pertemuan tahunan World Economic Forum di Davos pada hari Kamis, 22 Januari.