BBKSDA Jabar, Eri Mildranaya, menyebut kedua anak harimau itu terinfeksi virus yang sangat berbahaya bagi hewan muda.
>”Secara umum, keduanya terinfeksi panleukopenia. Semua upaya sudah dilakukan untuk menyelamatkan mereka, tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan,” katanya di Bandung pada hari Kamis.
Dia menjelaskan anak harimau itu dirawat melalui upaya bersama yang melibatkan Rumah Sakit Hewan Cikole, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), BBKSDA, dan tim medis kebun binatang.
>”Kami sangat berduka. Anak-anak harimau ini sudah menjadi bagian dari masyarakat Bandung,” ujarnya.
Anak harimau itu menunjukkan gejala seperti muntah, diare, dan terdapat darah pada kotorannya, yang mengindikasikan infeksi virus yang menyerang sistem pencernaan dan kekebalan tubuh.
Eri menuturkan virus itu bisa berasal dari berbagai sumber, termasuk lingkungan sekitar.
>”Kami belum bisa memastikan apakah ada hewan lain yang terinfeksi. Kedua anak harimau langsung diisolasi dan dirawat intensif begitu gejalanya muncul,” jelasnya.
Huru dan Hara dilaporkan masing-masing meninggal pada hari Kamis dan Selasa.
Mereka lahir pada 12 Juli 2025 dari induk jantan bernama Sahrulkan dan betina bernama Jelita.
**Berita terkait:**
[Anak harimau Sumatera ditangkap dekat pemukiman di Indonesia](https://en.antaranews.com/news/408410/young-sumatran-tiger-captured-near-village-in-indonesia)
[Otoritas Riau selidiki penampakan harimau Sumatera dekat fasilitas minyak](https://en.antaranews.com/news/400045/riau-authorities-probe-sumatran-tiger-sighting-near-oil-facility)
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026