Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa dia terlibat dalam diskusi tentang kebijakan Presiden Prabowo Subianto selama acara berkumpul Idul Fitri yang diselenggarakan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani di Jakarta pada hari Rabu.
“Ya, kami sedang istirahat, tapi kami akan kembali bekerja pada 8 April (2025). Oleh karena itu, kami bertukar pikiran tentang apa yang seharusnya kita percepat ke depan,” kata dia kepada media di kediaman resmi Muzani.
Sugiarto mengatakan bahwa selama acara tersebut, yang dihadiri oleh pejabat pemerintah dan legislator, dia berbicara dengan Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Hasan Nasbi, tentang perlunya menyebarkan narasi positif di kalangan publik.
“Kami memiliki visi yang sama untuk membangun optimisme dan menyebarkan narasi positif. Ini penting,” tegasnya.
Wakil menteri menambahkan bahwa pembicaraan tentang politik dan kebijakan publik terjadi saat dia menikmati hidangan yang disajikan dalam acara seremonial tersebut.
“Saya rasa wajar bagi politisi untuk membahas masalah politik saat mereka bertemu,” ujarnya.
Selain Sugiarto dan Nasbi, acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, dan Menteri HAM Natalius Pigai.
Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, juga bergabung dalam acara tersebut.
Ketua DPR Puan Maharani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua MPR Abcandra Muhammad Akbar, dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin juga hadir dalam acara tersebut.
Presiden Prabowo menyelenggarakan acara serupa di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Senin sebelumnya (31 Maret), hari Idul Fitri.
Terjemahan: Melalusa S, Tegar Nurfitra
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Hak Cipta © ANTARA 2025