Diskon Transportasi Pemerintah dan WFA Pacu Perekonomian Lebaran

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa program pemerintah, seperti diskon transportasi, pengaturan kerja jarak jauh, dan bantuan sosial, diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi nasional selama libur Lebaran.

Berbicara di acara open house Lebaran di kediamannya di Jakarta pada Sabtu, ia menyampaikan harapan agar program-program tersebut dapat meningkatkan mobilitas dan konsumsi masyarakat, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

“Kami berharap dengan momen ini, pertumbuhan ekonomi kuartal pertama dapat mencapai 5,5 persen,” ujarnya.

Untuk Lebaran tahun ini, pemerintah Indonesia memberikan beberapa insentif untuk mendorong mobilitas masyarakat, termasuk diskon transportasi dan tarif tol.

Program ini mencakup keringanan biaya perjalanan untuk berbagai moda transportasi—seperti udara, kereta api, laut, dan darat—untuk memudahkan masyarakat melakukan mudik tahunan.

Pemerintah menawarkan diskon hingga 30 persen untuk tiket kereta dan kapal laut, menghapus biaya layanan feri, serta memberikan diskon tiket pesawat antara 17 hingga 18 persen.

Total anggaran yang dibutuhkan untuk insentif ini diperkirakan lebih dari Rp900 miliar (sekitar 53 juta dolar AS), yang bersumber dari APBN dan dukungan non-anggaran.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bansos pangan kepada jutaan penerima sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat selama musim liburan.

Paket bantuan ini mencakup barang pokok seperti beras dan minyak goreng, yang dibagikan selama dua bulan kepada lebih dari 35 juta penerima manfaat.

Pada kesempatan yang sama, Menko Airlangga juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri sambil mengingatkan perlama tetap waspada terhadap potensi gejolak global, khususnya harga minyak.

Kementerian Perhubungan sebelumnya mengumumkan bahwa 143,9 juta orang diproyeksikan melakukan perjalanan selama musim mudik Lebaran 2026. Gelombang besar pergerakan masyarakat ini diharapkan memicu efek berantai yang mendongkrak aktivitas ekonomi di seluruh tanah air.

MEMBACA  Bisakah Melakukan Salat Tarawih Tanpa Melakukan Salat Isya Setelahnya?

Berita terkait: Indonesia mendorong pemudik untuk tingkatkan ekonomi dan pembangunan desa

Berita terkait: Wisatawan lokal didorong jadi penggerak ekonomi selama libur Lebaran: Kemenparekraf

Berita terkait: Pemerintah alokasikan Rp911 miliar untuk diskon transportasi Lebaran 2026

Penerjemah: Aria Ananda, Raka Adji
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar