Diplomasi Prabowo Percepat Kesepakatan Dagang Besar, Menurut Menteri

Jakarta (ANTARA) – Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa diplomasi internasional Presiden Prabowo Subianto telah mempercepat finalisasi beberapa perjanjian dagang penting, termasuk komitmen besar dengan Amerika Serikat yang diperkirakan akan mendongkrak ekspor nasional secara signifikan.

“Diplomasi Presiden Prabowo luar biasa, kehadirannya di panggung internasional sangat kuat. Banyak perjanjian dagang yang cepat diselesaikan karena beliau,” ujar menteri tersebut kepada pers di kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta pada Jumat.

Menurut Santoso, berkat diplomasi ini Indonesia berhasil mendapatkan perjanjian tarif timbal balik sebesar 19 persen dengan Amerika Serikat, yang ditandatangani di Washington, D.C., pada Kamis, 19 Februari.

Selain itu, Indonesia telah menyelesaikan negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA), CEPA dengan Kanada, dan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Indonesia-Eurasia.

“IEU-CEPA akhirnya bisa diselesaikan berkat diplomasi beliau yang efektif. Begitu juga dengan FTA I-Eurasia, perjanjian dengan Kanada, dan yang terbaru kesepakatan dengan AS. Semua bergerak cepat dan hasilnya sangat baik,” ucapnya.

Menteri menjelaskan, percepatan penyelesaian perjanjian ini membuka dua peluang besar: menarik investasi langsung asing dan meningkatkan ekspor melalui akses pasar yang lebih luas.

Dia menambahkan, dengan semakin banyaknya kesepakatan yang tercapai, pasar ekspor Indonesia menjadi lebih luas dan kompetitif.

“Jika mereka berinvestasi dan memproduksi barang yang kompetitif, terutama produk manufaktur, ekspor kita akan meningkat pesat,” katanya.

Sebelumnya, Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati komitmen perdagangan dan investasi senilai US$38,4 miliar di berbagai sektor.

Kesepakatan ini diformalkan pada KTT Bisnis AS-Indonesia 2026 di Washington, D.C., yang diselenggarakan bersama pada Rabu, 18 Februari, oleh Kamar Dagang AS, Dewan Bisnis AS-ASEAN, dan Masyarakat AS-Indonesia.

Berita terkait: Indonesia dan AS sepakati kesepakatan dagang dan investasi US$38,4 miliar di KTT

MEMBACA  Dampak Kenaikan Tarif Cukai terhadap Meningkatnya Peredaran Rokok Ilegal, Menurut Studi Akademisi

Berita terkait: Kesepakatan tarif Indonesia-AS final, penandatanganan 19 Feb: Prabowo

Penerjemah: Maria Cicilia, Raka Adji
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026

https://www.rbne.com.br/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=https%3A%2F%2Fwww.rbne.com.br%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=6YZQs9Wn

Tinggalkan komentar