Dies Natalis ke-72 GMNI: Mengukuhkan Semangat Gotong Royong dan Perjuangan Bangsa

Sabtu, 11 April 2026 – 23:00 WIB

Jakarta, VIVA – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) memperingati Dies Natalis ke-72 yang diselenggarakan di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta. Momentum ini jadi refleksi perjalanan panjang organisasi dan penguatan komitmen ideologis untuk menjawab tantangan kebangsaan ke depan.

Acara ini dihadiri oleh pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI, kader dari berbagai daerah, dan sejumlah tokoh bangsa. Kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi nasional untuk memperkuat arah organisasi di tengah dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang terus berubah.

Ketua Umum DPP GMNI, M. Risyad Fahlefi, dalam sambutannya menegaskan bahwa usia 72 tahun GMNI bukan cuma perjalanan waktu, tapi perjalanan ideologi dan pengabdian yang harus tetap dijaga.

“Tujuh puluh dua tahun bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi perjalanan ideologi, perjalanan pengabdian, dan perjalanan menjaga api perjuangan agar tetap menyala di tengah pergolakan zaman,” jelasnya.

Dia juga mengajak seluruh kader untuk tetap optimis dan tidak terjebak dalam sikap pesimis menghadapi berbagai tantangan bangsa.

“Lebih baik menyalakan lilinn, daripada mengutuk kegelapan. Pesan ini bukan cuma ajakan moral, tetapi panggilan ideologis bagi kita semua sebagai kader GMNI,” tuturnya.

Risyad juga menekankan pentingnya kembali ke ajaran Bung Karno, khususnya konsep berdikari dan semangat gotong royong sebagai landasan utama membangun kemandirian bangsa.

“Bung Karno sudah mengingatkan kita, bahwa kemerdekaan politik tanpa kemandirian ekonomi hanyalah ilusi. Maka Pasal 33 UUD 1945 bukan cuma norma konstitusi, melainkan manifestasi dari semangat gotong royong,” sambungnya.

Dalam konteks sekarang, dia menilai bahwa arus globalisasi dan dominasi kapitalisme menuntut keberanian bangsa untuk menentukan arah pembangunan secara mandiri.

MEMBACA  Meski Beragama Islam, Deddy Corbuzier Tetap Temani Azka Rayakan Natal

“Negara harus hadir. Bahwa kemandirian ekonomi tidak lahir dari liberalisasi tanpa batas, melainkan dari keberanian mengelola sumber daya sendiri,” ucapnya.

Dia juga menegaskan bahwa GMNI punya tanggung jawab historis untuk tetap menjadi pelopor dalam memperjuangkan keadilan sosial dan ekonomi rakyat.

“GMNI sebagai organisasi kader ideologis memiliki tanggung jawab sejarah. Kita harus jadi pelopor, menjadi penggerak, dan menjadi penjaga api ideologi bangsa,” ujar Risyad.

Menutup sambutannya, Risyad mengajak semua kader untuk menjadikan momentum Dies Natalis ini sebagai titik tolak gerakan nyata dalam mewujudkan cita-cita bangsa.

“Momentum Dies Natalis ke-72 GMNI ini adalah refleksi sekaligus konsolidasi. Kita harus bertanya: apakah kita sudah cukup setia pada cita-cita Bung Karno?” serunya.

Peringatan Dies Natalis ke-72 GMNI ini diharapkan bisa memperkuat konsolidasi organisasi dan mempertegas peran GMNI sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam mengawal arah pembangunan nasional yang berkeadilan.

Artikel Terkait:

  • DPD GMNI Jakarta: Kita Berdiri untuk Bela Kaum Marhaen
  • Gelar Diskusi Publik, DPP GMNI Kupas Tuntas Disorientasi Fungsi Kementerian – VIVA.co.id, 21 Februari 2026

Tinggalkan komentar