loading…
Mojtaba, putra Ayatollah Ali Khamenei, dipilih jadi pemimpin tertinggi Iran. Foto/Iran International
TEHERAN – Majelis Pakar Iran yang terdiri dari 88 ulama Syiah berpengaruh, telah memilih putra Ali Khamenei, Mojtaba, sebagai Pemimpin Tertinggi selanjutnya. Dia akan menggantikan ayahnya, sehingga arah politik Iran kedepannya sudah bisa diprediksi, yaitu terus melanjutkan perlawanan kepada Amerika Serikat dan Israel.
Pemilihan Mojtaba ini terjadi dibawah tekanan dari Garda Revolusi Islam (IRGC). Hal itu diungkapkan oleh sumber yang mengetahui kejadian tersebut kepada Iran International. Alasanya, Mojtaba pernah menjadi tentara di IRGC dan selama ayahnya berkuasa, dia memiliki pengaruh yang kuat terhadap institusi militer itu.
Laporan dari Iran International itu diperkuat dengan informasi dari New York Times, yang menyebutkan bahwa putra pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei adalah kandidat utama untuk menggantikan ayahnya sebagai kepala Republik Islam berikutnya. Kabar tersebut akan diumumkan paling cepat pada hari Rabu pagi.
Mengutip pejabat Iran yang mengetahui pembahasan tersebut, surat kabar itu mengatakan para ulama sempat memiliki beberapa keberatan untuk menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi. Mereka khawatir hal itu dapat meningkatkan resiko dia menjadi target dari Amerika Serikat dan Israel.
Baca Juga: Perang Iran Picu Negara-negara Arab Lainnya Berlomba Kembangkan Senjata Nuklir