Selasa, 24 Maret 2026 – 00:50 WIB
Jakarta, VIVA – Pelaku pembunuhan terhadap Dewhinta Anggary (DA), cucu dari seniman Betawi almarhumah Mpok Nori, berhasil ditangkap di KM 68 Tol Tangerang-Merak, Serang, Banten, pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Saat penangkapan, tersangka berinisial RFTJ yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) dari Irak itu sedang berada di dalam bus menuju Sumatra. Dalam video yang diunggah akun Instagram @resmob_pmj, terlihat pelaku tidak melawan saat diamankan polisi dari bus.
“Pada saat penangkapan di tol itu, dari penggeledahan terhadap badan pelaku, kami menemukan paspor korban dan juga salah satu handphone milik korban,” jelas Panit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Polisi Fechy J Atupah, seperti dikutip pada Selasa (24/3/2026).
Pelaku tertangkap saat sedang tidur di kursinya. Dia mengenakan hoodie hitam dan terlihat sedang memainkan ponsel. Pelaku hanya bisa pasrah ketika diminta turun dari bus kemudian diiring oleh polisi.
“Dalam pemeriksaan, pelaku juga mengakui bahwa dialah yang melakukan pembunuhan tersebut,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, kasus tragis yang menimpa Dewhinta Anggary, cucu seniman legendaris Betawi Mpok Nori, ini menggemparkan publik. Perempuan muda itu ditemukan tewas diduga menjadi korban pembunuhan oleh mantan suaminya sendiri. Kejadian ini berlangsung di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, dan kini sedang ditangani secara intensif oleh polisi.
Peristiwa memilukan itu pertama kali diketahui pada Sabtu dini hari (21/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, ibu korban yang berinisial B datang ke rumah kontrakan Dewhinta untuk membangunkannya agar bersiap kerja.
Akan tetapi, sesampainya di lokasi, ia mendapati pintu rumah terkunci dari dalam, yang menimbulkan kecurigaan.
Karena tidak ada respon, adik korban kemudian masuk lewat jendela yang terbuka. Dia sangat terkejut menemukan Dewhinta sudah tergeletak tak bernyawa di dalam. Kondisi korban sangat menyedihkan, dengan luka sayatan di bagian leher.
“Korban ditemukan meninggal di lantai dengan kondisi di lantai dan kasur terdapat darah yang sudah mengering,” ujar Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, dalam keterangannya pada Sabtu (21/3).
Temuan ini segera dilaporkan ke polisi oleh keluarga yang panik. Tak lama kemudian, personel dari Polsek Cipayung dan Polda Metro Jaya tiba di tempat kejadian untuk melakukan olah TKP.