Desain IKN Dikoreksi Prabowo: Tambah Embung dan Antisipasi Karhutla

Jumat, 16 Januari 2026 – 07:46 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto memberikan koreksi desain untuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Beliau mempertimbangkan fungsi untuk menyeimbangkan iklim Kalimantan Timur yang panas, dengan cara menambah embung. Hal ini juga untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga:
Prabowo Minta Skema Penerimaan Beasiswa Dirombak, Ini Tujuannya

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, Presiden meminta Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) agar memperhatikan fungsi dan desain di kawasan IKN.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi

Baca Juga:
Prabowo Bakal ke Inggris Pekan Depan, Bahas Pendidikan hingga Saintek

"Misalnya, sebuah kawasan perlu diperhatikan desain dan fungsinya, seperti penambahan embung-embung. Karena di sana ada masalah iklim yang panas, dan juga ada potensi kebakaran hutan karena wilayahnya banyak hutan," kata Mensesneg Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.

Pras (sapaan akrabnya) menjelaskan, Presiden Prabowo telah meminta Kepala OIKN Basuki Hadimuljono untuk memperhatikan desain guna mengantisipasi karhutla.

Baca Juga:
Prabowo Gelar Pertemuan dengan 1.200 Rektor dan Guru Besar di Istana

Basuki, menurut Pras, sudah melaporkan beberapa metode untuk memasang sensor panas di kawasan IKN guna mendeteksi potensi karhutla.

"Kepala OIKN melaporkan sudah ada beberapa metode yang dipasang sensor-sensor gitu, ini diminta untuk diuji coba terus," ujar Pras.

Sebelumnya, Prasetyo Hadi yang juga Juru Bicara Presiden, menjelaskan bahwa OIKN beserta Kementerian Pekerjaan Umum diminta melakukan perbaikan dan mempercepat pembangunan. Tujuannya agar IKN sebagai Ibu Kota Politik dapat terwujud sesuai target tahun 2028.

"Malam kemarin (12/1) Beliau mendarat di IKN bersama beberapa menteri untuk mendapatkan update progress pembangunan IKN. Bapak Presiden memang sejak awal menekankan untuk mempercepat pembangunan fasilitas untuk legislatif dan yudikatif, yang harapannya selesai tahun 2028," kata Prasetyo Hadi.

MEMBACA  Dua Tewas dan Banyak Luka-luka dalam Serangan Rusia di Pusat Perbelanjaan Ukraina

Photo

Mensesneg sekaligus Ketua DPP Partai Gerindra, Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta Pusat

Kepala OIKN yang dimaksud Prasetyo adalah Basuki Hadimuljono.

"Jadi, masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden koreksi. Pertama mengenai desain, kedua mengenai fungsi. OIKN dan Kementerian PU diminta terus memperbaiki," sambung Pras. (Ant)

Indonesia Bakal Perbanyak Fakultas Kedokteran, Istana: Rencananya Beasiswa Penuh

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan solusi untuk mengatasi kekurangan jumlah dokter di Indonesia.

VIVA.co.id
15 Januari 2026

Tinggalkan komentar