Minggu, 29 Maret 2026 – 07:45 WIB
Jakarta, VIVA – Nama Dea Annisa sempat jadi sorotan publik setelah pernyataan ibunya viral di media sosial. Dalam pernyataan itu, Dea disebut sebagai tulang punggung keluarga yang bahkan mau menunda pernikahan buat bantu kebutuhan keluarganya, termasuk kakak-kakaknya. Cerita ini pun memicu beragam anggapan dari publik.
Namun, Dea akhirnya angkat bicara untuk meluruskan kabar tersebut. Dia menegaskan bahwa anggapan dirinya nanggung semua kebutuhan keluarga tidak sepenuhnya benar. Scroll ke bawah untuk baca artikel lengkapnya.
Dalam penjelasannya, Dea justru merasa tidak enak karena isu ini bisa menimbulkan persepsi negatif ke kakak-kakaknya. Dia tekankan bahwa semua anggota keluarganya punya peran dan tanggung jawab masing-masing, termasuk dalam hal pekerjaan.
“Komentar netizen yang paling nggak enak sebenernya ke kakak-kakak aku sih ya. Karena mereka ngerasa, oh dia ngebiayain kakak-kakaknya, kakak-kakaknya ngapain aja gitu. Sebenernya nggak ya guys, kakak aku semuanya kerja dari dulu dan memang saat aku pun nggak ada, mereka yang bantu aku paling pertama,” ungkap Dea Annisa dalam percakapan dengan Melaney Ricardo, dikutip dari YouTube pada Minggu, 29 Maret 2026.
Lebih lanjut, Dea jelaskan bahwa dunia hiburan yang dia jalani punya dinamika yang nggak selalu stabil. Ada masa dimana pekerjaan lagi ramai, tapi ada juga waktu-waktu sepi. Makanya, dia tegaskan bahwa kondisi keuangan dalam keluarganya bersifat fleksibel dan nggak bergantung sama satu orang aja.
“Karena ya balik lagi ya, kalo dunia entertainment kan ada naik turunnya. Jadi bukan bener-bener aku ngebiayain 100 persen keluarga aku, tidak,” ujarnya lagi.
Menurutnya, hubungan dalam keluarga dibangun atas dasar saling mendukung. Kalo salah satu anggota keluarga lagi dalam kondisi sulit, yang lain akan bantu. Begitu juga sebaliknya, waktu dia lagi nggak ada pekerjaan, keluarganya juga yang kasih dukungan.
“Karena memang ya namanya keluarga ada naik turunnya. Jadi saat ada yang turun, kita yang bantu. Kalo ada saatnya aku juga nggak ada kerjaan, ya keluarga yang bantu. Karena balik lagi, siapa yang akan bantu kita kalo bukan keluarga?” jelas Dea.
Dea juga coba pahami sudut pandang ibunya yang sebelumnya menyampaikan pernyataan tadi. Dia menilai bahwa apa yang diungkapkan ibunya lebih didorong oleh perasaan emosional sebagai orang tua yang ingin banggakan anaknya.