Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyatakan bahwa perdamaian dan stabilitas adalah aset paling berharga serta fondasi penting bagi pertumbuhan dan kemakmuran suatu bangsa. Pernyataan ini disampaikannya dalam pidato khusus di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss.
“Sejarah mengajarkan kita: perdamaian dan stabilitas adalah aset kita yang paling berharga. Keduanya merupakan prasyarat mutlak untuk pertumbuhan dan kemakmuran,” ujar Prabowo pada Kamis.
Dia mengatakan dunia sedang menghadapi kondisi sulit yang ditandai dengan konflik yang berlangsung serta kepercayaan yang rapuh antarnegara, lembaga, dan masyarakat.
Dalam konteks itu, Prabowo menekankan bahwa kemakmuran tidak dapat dicapai tanpa perdamaian dan stabilitas merupakan dasar vital bagi pembangunan ekonomi jangka panjang.
Dia menunjuk penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) yang menggambarkan Indonesia sebagai “titik cerah” dalam ekonomi global.
Pandangan IMF tersebut didasarkan pada kinerja tangguh Indonesia meski ada tekanan eksternal, termasuk ketegangan perdagangan, kondisi keuangan global yang ketat, dan ketidakpastian politik internasional.
Berita terkait: Danantara debut di WEF 2026 untuk perkuat kemitraan global
Prabowo menyebut perekonomian Indonesia mempertahankan pertumbuhan lebih dari lima persen per tahun dalam dekade terakhir dan yakin negara itu dapat mencapai angka yang lebih tinggi.
Dia menambahkan bahwa inflasi tetap terjaga sekitar dua persen, sementara defisit anggaran pemerintah dijaga di bawah tiga persen.
Menurut Prabowo, kebijakan ekonomi Indonesia telah secara konsisten terkalibrasi dengan baik untuk mengelola risiko dan mendukung pertumbuhan.
Dia juga mengatakan perdamaian dan stabilitas di Indonesia telah dicapai melalui pilihan bangsa untuk bersatu daripada terfragmentasi.
“Kami, Indonesia, telah dan akan selalu memilih persatuan di atas perpecahan, persahabatan dan kolaborasi di atas konfrontasi,” katanya.
World Economic Forum Annual Meeting 2026 diselenggarakan pada 19 hingga 23 Januari dengan tema “Semangat Dialog.”
Pertemuan ini menghimpun pemimpin dunia, ekonom, akademisi, ahli, dan praktisi untuk membahas tantangan ekonomi global.
Berita terkait: Dengan Danantara, Indonesia jadi tanah peluang: Prabowo
Penerjemah: Fathur R, Aria C, Raka A
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026