Danantara SWF Indonesia Bidangkan Aset Tiga Kali Lipat pada 2030

Jakarta (ANTARA) – Dana kekayaan negara Indonesia, Danantara Indonesia, bertujuan untuk melipatgandakan asetnya hingga tiga kali lipat menjelang 2030 melalui transformasi dan konsolidasi ratusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ungkap seorang eksekutif senior pada Selasa (23/1) di Forum Ekonomi Dunia di Davos.

Mohamad Al-Arief, Managing Director untuk Hubungan Global dan Tata Kelola, menyatakan aset Danantara saat ini berkisar sekitar US$900 miliar, setara dengan kira-kira 15,29 kuadriliun rupiah (asumsi kurs Rp16.985 per dolar AS).

“Dalam lima tahun ke depan, kami harus meningkatkan nilai aset melalui penciptaan nilai yang lebih kuat dan mencapai target melipatgandakannya tiga kali pada 2030,” kata Al-Arief dalam sebuah diskusi panel yang disiarkan di kanal YouTube Kementerian Investasi dan Hilirisasi.

Untuk mencapai sasaran itu, Danantara berencana menggabungkan 1.068 BUMN menjadi sekitar 221 entitas dalam tiga hingga empat tahun mendatang. Saat ini, perusahaan-perusahaan tersebut dikelola di bawah kurang lebih 50 holding.

“Dari lebih dari seribu perusahaan, kami bercita-cita mengubahnya menjadi sedikit di atas 200 perusahaan yang dikelola secara profesional dan mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Menurutnya, konsolidasi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, profesionalisme, dan daya saing, sejalan dengan cita-cita Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045.

Dua perusahaan dalam portofolio Danantara—raksasa minyak dan gas bumi Pertamina dan perusahaan listrik PLN—telah tercatat dalam Fortune Global 500, seperti disampaikan Al-Arief.

Ia menyebutkan transformasi ini diharapkan dapat membawa lebih banyak perusahaan Indonesia masuk dalam peringkat prestisius tersebut.

Restrukturisasi akan dimulai dengan tinjauan mendasar terhadap setiap lini bisnis, dilanjutkan dengan merger dan penyederhanaan, serta diakhiri dengan langkah-langkah untuk meningkatkan nilai jangka panjang.

MEMBACA  Arab Saudi memperkuat hubungan dengan Indonesia melalui hadiah Ramadan

Pemerintah Indonesia semakin mengandalkan Danantara untuk mendorong reformasi di sektor BUMN yang luas, yang telah lama dikritik karena inefisiensi dan tumpang tindih mandat.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani sebelumnya menyatakan kehadiran Indonesia pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia ke-56 merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk meningkatkan daya saing global negara.

Delegasi Indonesia ke Davos melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Danantara Indonesia, serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Reporter: Uyu Septiyati Liman
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar