Danantara Pastikan Tata Kelola Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Aman dan Berkelanjutan Sebagai Solusi Nasional

loading…

Danantara sangat dukung WtE yang bisa jadi solusi nasional untuk kelola sampah. Foto: Instagram/@danantara.indonesia

JAKARTA – Program Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) adalah salah satu agenda strategis yang mendapat perhatian serius dari Danantara Indonesia. Dalam pelaksanaannya, Danantara menempatkan WtE tidak hanya sebagai proyek teknologi, tetapi sebagai bagian dari kebijakan publik lintas sektor yang perlu tata kelola kelembagaan kuat, mitigasi risiko yang terukur, dan pembagian peran yang jelas antar semua pemangku kepentingan.

Lead of Waste-to-Energy Danantara Investment Management, Fadli Rahman, menjelaskan fokus Danantara Indonesia adalah memastikan tata kelola yang kuat dari awal, termasuk proses pemilihan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL yang transparan dan berbasis mitigasi risiko.

“Fokus ini penting untuk memastikan pengembangan WtE berjalan berkelanjutan, aman, dan bisa diterima publik sebagai bagian dari solusi nasional pengelolaan sampah,” kata Fadli dalam diskusi kajian Tenggara Strategics bertajuk “Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik” yang diadakan di CSIS Auditorium Pakarti Centre Building, Jakarta, Rabu (21/01/2026).

Baca Juga : Hadir Perdana di WEF 2026, Danantara Bakal Tawarkan Investor Akses Mineral Kritis

Dalam diskusi ini, Fadli juga menegaskan bahwa kesuksesan WtE sangat tergantung pada kualitas tata kelola sejak tahap perencanaan awal, bukan hanya pada pilihan teknologinya. Selain aspek tata kelola, Danantara juga memberikan perhatian khusus pada pemilihan teknologi WtE yang akan dipakai. Penekanan ini dilakukan agar pengembangan WtE sesuai dengan standar perlindungan lingkungan dan kesehatan publik yang ketat.

“Kami juga pastikan bahwa teknologi yang digunakan adalah teknologi WtE paling mutakhir. Indonesia tidak lagi memakai teknologi insinerator lama, melainkan mechanical-grade incinerator yang dilengkapi sistem penyaringan berlapis untuk menangkap sisa emisi, sehingga kualitas udara yang dikeluarkan memenuhi standar kesehatan internasional, termasuk acuan dari WHO,” ujarnya.

MEMBACA  Genangan Air di Jalan Daan Mogot Mulai Surut, Petugas Mengawasi Lalu Lintas

Lebih lanjut, Fadli menekankan bahwa aspek operasional merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola WtE. Pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses pembakaran saja, tetapi mencakup seluruh rantai operasi yang harus dikontrol secara ketat.

Tinggalkan komentar