Jakarta (ANTARA) –
Manajer investasi negara Indonesia, Danantara, meluncurkan enam proyek hilir senilai US$7 miliar pada Jumat kemarin. Proyek ini tersebar di 13 wilayah dan bertujuan mendongkrak pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan industri.
Pekercaan yang dilakukan serentak dari Jakarta ini menandai dimulainya enam proyek pertama dari rencana Danantara untuk meluncurkan total 18 pembangunan prioritas. Tujuannya adalah industrialisasi yang lebih cepat, ekonomi daerah yang lebih kuat, dan perluasan kesempatan kerja, kata CEO Rosan Roeslani.
“Proyek-proyek ini bukan hanya tentang investasi, tapi juga penciptaan kerja, pembangunan daerah, dan pertumbuhan ekonomi nasional, yang kami yakini akan memberikan dampak positif yang signifikan,” ujar Rosan kepada wartawan setelah upacara di Jakarta.
Tahap pertama mencakup dua proyek pengolahan bauksit di Mempawah, Kalimantan Barat, dan Kuala Tanjung, Sumatra Utara, dengan investasi gabungan sekitar US$3 miliar. Ini bertujuan memperdalam rantai nilai mineral Indonesia.
Fase ini juga meliputi pabrik bioetanol di Glenmore, Jawa Timur, dengan kapasitas produksi tahunan 30.000 kiloliter, serta biorefinery di Cilacap, Jawa Tengah, yang dirancang untuk memproduksi hingga 6.000 barel per hari bahan bakar pesawat berkelanjutan.
Danantara juga mengembangkan fasilitas peternakan ayam terintegrasi di Malang (Jawa Timur), Gorontalo Utara (Gorontalo), Lampung Selatan (Lampung), Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Proyek ini diharapkan menambah 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur per tahun, sekaligus membuka hingga 1,46 juta lapangan kerja baru.
Berita terkait: Pemerintah RI targetkan pekercaan enam proyek hilir akhir Januari
Komponen penting lain adalah pembangunan pabrik pengolahan garam dan fasilitas mechanical vapor recompression di Gresik, Manyar, dan Sampang di Jawa Timur. Ini akan memperluas kapasitas produksi PT Garam sebesar 380.000 ton per tahun.
Rosan menyatakan semua proyek telah melalui studi dan penilaian kelayakan yang komprehensif. Ia menambahkan bahwa Danantara bertujuan mempercepat eksekusi untuk mendukung strategi industri hilir pemerintah dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
Investasi senilai US$7 miliar, setara dengan sekitar Rp110 triliun, diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi, pasokan pangan, dan basis industri Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Berita terkait: Prabowo perintahkan pekercaan 18 proyek pada Maret 2026
Penerjemah: Ahmad Muzdaffar Fauzan, Martha Herlinawati Simanju
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026