Danantara dan Kementerian Pendidikan Tinggi Perkuat Ekosistem Semikonduktor

Dana kekayaan negara Indonesia, Danantara, bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi memperkuat fondasi ekosistem penelitian dan industri semikonduktor negara ini dari pengembangan hulu hingga aplikasi hilir.

Kedua lembaga ini bersama-sama menyelenggarakan lokakarya bertajuk “Akselerasi Industri dan Pengembangan Ekosistem Riset Semikonduktor Nasional,” yang menghimpun pejabat pemerintah, universitas, lembaga penelitian, dan pelaku industri untuk membahas strategi yang lebih terpadu untuk mengembangkan sektor ini.

Inisiatif ini mencerminkan ambisi Indonesia yang tumbuh untuk memposisikan diri dalam rantai pasokan semikonduktor global, terutama karena permintaan untuk chip canggih yang digunakan dalam teknologi kecerdasan buatan dan digital meningkat.

Kepala Petugas Teknologi Danantara, Sigit Puji Santosa, mengatakan pada hari Sabtu bahwa industri semikonduktor global memasuki tahap baru transformasi teknologi, yang menciptakan peluang bagi pemain baru.

“Tidak ada kata terlalu terlambat untuk membangun industri semikonduktor nasional,” kata Santosa dalam sebuah pernyataan.

“Dunia sedang memasuki fase baru dalam pengembangan chip AI, dan ini memberi Indonesia kesempatan untuk berpartisipasi pada momen yang tepat dengan mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan industri,” tambahnya.

Santosa mencatat bahwa membangun ekosistem semikonduktor nasional memerlukan fondasi komprehensif yang mencakup beberapa area kunci.

Ini termasuk mendefinisikan produk prioritas, memperkuat kemampuan desain chip, menyiapkan kapasitas fabrikasi, dan memperluas kumpulan sumber daya manusia yang terampil.

Dia menambahkan bahwa model bisnis yang jelas dan valuasi ekonomi yang sehat juga diperlukan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang sektor ini.

Berita terkait: Indonesia membutuhkan 150.000 lagi insinyur untuk sektor digital: Pemerintah

Pada acara yang sama, Brian Yuliarto mengatakan pemerintah siap mendukung industri melalui kerangka regulasi dan standar teknis yang bertujuan untuk mempercepat komersialisasi.

MEMBACA  Dalam Perseteruan Trump dan Musk, NASA Banyak Kehilangan

Menurut Yuliarto, Indonesia membutuhkan peta jalan yang lebih jelas untuk memandu pengembangan sektor semikonduktornya.

“Apa yang kami butuhkan sekarang adalah kejelasan mengenai produk prioritas, pengembangan desain, peta jalan, dan peran yang terkoordinasi dengan baik di antara para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dia menekankan bahwa pemerintah akan fokus pada penyediaan regulasi pendukung dan sistem standardisasi.

Namun, katanya, sektor swasta dan pelaku industri harus memimpin dalam mendorong investasi dan inovasi.

“Apa yang kami bangun bukan lagi sekadar inisiatif penelitian,” kata Yuliarto.

“Ini adalah proyek investasi yang harus menghasilkan produk yang layak secara ekonomis dan layak secara komersial,” tambahnya.

Berita terkait: Kemitraan Indonesia dan Arm targetkan penguasaan teknologi chip lebih cepat

Tinggalkan komentar