Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto mengatakan pada Jumat bahwa dana yang berhasil dikumpulkan dari denda administratif dan penyitaan aset negara akan digunakan untuk memperbaiki sekolah, perumahan, dan infrastruktur lain di seluruh Indonesia.
Berbicara di Kejaksaan Agung di Jakarta, Prabowo menyaksikan penyerahan simbolis dana sebesar Rp11.420.104.815.858 (sekitar USD649,5 juta) dari Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk disetorkan ke kas negara.
Pemerintah sebelumnya telah mengumpulkan Rp13,255 triliun (sekitar USD753,8 juta) pada Oktober 2025 dari kasus korupsi terkait izin ekspor minyak sawit mentah dan turunannya.
Selanjutnya, Rp6,625 triliun (sekitar USD376,8 juta) berhasil dikumpulkan pada Desember 2025.
“Total uang tunai yang berhasil kami selamatkan hingga saat ini adalah Rp31,3 triliun (sekitar USD1,7 miliar). Ini angka yang sangat besar. Dengan uang ini, kami dapat memperbaiki 34.000 sekolah di seluruh Indonesia,” kata Prabowo.
Dia mencatat bahwa pemerintah merenovasi sekitar 17.000 sekolah tahun lalu, yang berarti dana yang baru dikumpulkan ini berpotensi untuk menggandakan upaya tersebut.
Prabowo mengatakan banyak sekolah yang sudah puluhan tahun tidak mendapatkan perbaikan besar dan menambahkan bahwa, jika dialokasikan untuk perumahan, dana ini dapat membantu merenovasi lebih dari 500.000 rumah bagi warga berpenghasilan rendah.
Dia juga mengatakan pengeluaran ini dapat mendukung pendapatan hingga dua juta orang Indonesia melalui aktivitas ekonomi terkait.
Selain pemulihan uang tunai, Satuan Tugas Pengawasan Kawasan Hutan (PKH) telah merebut kembali aset negara di kawasan hutan yang nilainya sekitar Rp370 triliun (sekitar USD21 miliar), hampir 10 persen dari anggaran negara tahunan Indonesia.
“Dengan jumlah tersebut, kita dapat memperbaiki dan memodernisasi semua sekolah, melengkapinya dengan alat digital, memperbaiki fasilitas sanitasi, dan membangun ribuan jembatan desa,” ujar Prabowo.
Jaksa Agung Burhanuddin mengatakan Satgas PKH, yang dibentuk pada Februari 2025, sejauh ini telah berhasil merebut kembali aset senilai Rp371.100.411.143.235 (sekitar USD21 miliar).
Berita terkait: Kunjungi permukiman Senen, Prabowo janji bangun perumahan layak
Berita terkait: Di Davos, Prabowo tekankan komitmen RI putus rantai kemiskinan
Penerjemah: Prisca Triferna, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026