Jumat, 23 Januari 2026 – 16:40 WIB
Manggarai Timur, VIVA – Cuaca ekstrem dengan hujan dan angin yang terus-terusan pekan ini menyebabkan longsor di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur mulai dari Selasa, 22 Januari 2026. Dua warga tertimbun material longsor dan sampai sekarang masih dicari oleh Tim SAR Gabungan.
Baca Juga :
Modifikasi Cuaca di Jakarta Diperpanjang hingga 27 Januari 2026
Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Lana bilang tanah longsor itu menimpa rumah penduduk. Ada 2 korban yang tertimbun dan belum ketemu sampai hari ini.
“Dua orang lain berhasil dievakuasi dan dirawat di Puskemas Benteng Jawa. Tapi satunya meninggal,” kata Vitalis.
Baca Juga :
Pemprov DKI Jakarta Terbitkan Imbauan WFH dan Pembelajaran Jarak Jauh
Katanya lagi, ada 2 dusun di Desa Goreng Meni yang mengungsi yaitu Dusun Sosor Alo yang punya 90 kepala keluarga dan Dusun Buru Pote dengan 137 kepala keluarga.
Sementara itu, pemerintah Manggarai Timur juga sudah berikan bantuan logistik seperti beras, makanan siap saji, terpal, air kemasan, dan perlengkapan tidur.
Baca Juga :
Imbas Cuaca Ekstrem, Sekolah di Jakarta Mulai Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman bilang, pagi ini, Jumat 23 Januari 2026, tim SAR dari Pos SAR Labuan Bajo sudah berangkat ke lokasi. Jaraknya dari Kabupaten Manggarai Barat itu sekitar 175 Kilometer.
“Alat dan perlengkapan yang dibawa termasuk truk personel, peralatan SAR darat, alat evakuasi, dan juga perlengkapan medis,” kata Fathur.
Laporan Vera Bahali/tvOne Manggarai NTT
BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem yang Masih Mengancam Indonesia Akhir Januari 2026
BMKG ungkap penyebab cuaca ekstrem akhir Januari 2026 karena Bibit Siklon Tropis 97S, monsun Asia, cold surge, dan MJO. Awas hujan deras, banjir dan tanah longsor.
VIVA.co.id
23 Januari 2026