Senin, 19 Januari 2026 – 19:03 WIB
Jakarta, VIVA – Kementerian Kesehatan RI memastikan bahwa virus influenza A(H3N2) subclade K, yang akhir-akhir ini dikenal sebagai Super Flu di Indonesia, tetap terkendali sampai akhir Desember 2025. Varian ini tidak menunjukkan gejala yang lebih parah dibandingkan jenis flu musiman lain yang biasa beredar.
Baca Juga :
DPR Desak Kemenkes Perketat Pengawasan Super Flu, Korban Meninggal Jangan Dianggap Remeh
Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa peningkatan kasus influenza A(H3) memang sedang jadi perhatian dunia, terutama di Amerika Serikat saat musim dingin di akhir 2025. Subclade K pertama kali ditemukan oleh CDC Amerika pada Agustus 2025 dan sekarang sudah terdeteksi di lebih dari 80 negara. Yuk scroll untuk info lebih lanjut!
“Menurut penilaian WHO dan data yang ada, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejalanya umumnya mirip flu biasa, kayak demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan sakit tenggorokan,” kata dr. Prima, seperti dikutip dari situs Kemkes, Senin 19 Januari 2026.
Baca Juga :
Pramono Pastikan Jakarta Nihil Kasus Super Flu, Warga Diimbau Tetap Waspada
Walaupun tidak lebih berbahaya, Kemenkes tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan, khususnya untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang yang punya penyakit lain. Edukasi ke masyarakat adalah kunci untuk mencegah penularan dan menurunkan resiko komplikasi.
Upaya meningkatkan kesadaran ini juga terlihat dari berbagai kegiatan edukasi di masyarakat. Salah satunya seminar kesehatan bertema Super Flu yang bahas infeksi pernapasan akibat virus influenza, mulai dari penyebab, gejala, sampai cara mencegahnya. Dalam diskusi itu, para tenaga medis menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh, hidup bersih dan sehat, serta periksa kesehatan rutin.
Baca Juga :
RS Hasan Sadikin Bandung Konfimasi 10 Kasus Super Flu di Jabar, Satu Pasien Meninggal
Selain edukasi, masyarakat juga diberi kesempatan untuk cek kesehatan dasar, seperti gula darah, kolesterol, asam urat, dan pemeriksaan darah lengkap. Langkah ini bisa bantu deteksi dini dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mencegah penyakit dari awal.
Andrew Susanto, Komisaris Utama Holywings Group dan Ketua Program CSR Holywings Peduli, menyebut kegiatan ini adalah bagian dari upaya mendekatkan edukasi kesehatan ke masyarakat luas.
Halaman Selanjutnya
“Lewat kegiatan ini, kami ingin ajak masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan dengan meningkatkan pemahaman tentang penyakit, khususnya yang terkait pernapasan, serta mendorong kebiasaan periksa kesehatan rutin sebagai langkah pencegahan dini,” ujar Andrew Susanto.