Senin, 25 Mei 2026 – 21:06 WIB
VIVA – Keajaiban berhasil diciptakan Como musim ini. Klub asal Italia itu resmi mengamankan tiket ke Liga Champions buat pertama kalinya dalam sejarah setelah menghancurkan Cremonese dengan skor 4-1, Mingguu 24 Mei 2026.
Di balik pencapaian bersejarah itu, nama Cesc Fabregas jadi sosok sentral. Mantan gelandang Barcelona dan Arsenal berhasil mengubah Como dari tim kejutan menjadi kekuatan baru di Serie A.
Fabregas bilang, keberhasilan tim yang dimiliki orang Indonesia ini bukan datang secara kebetulan. Dia menyebut intuisi, mentalitas, dan keyakinan tim jadi faktor utama di balik laju luar biasa mereka musim ini.
“Sepanjang hidup saya, bahkan waktu melakukan pergantian pemain, saya selalu punya firasat terhadap sesuatu,” ujar Fabregas dikutip dari Football Italia.
Pelatih asal Spanyol itu bahkan mengaku udah yakin Como bakal lolos ke Liga Champions sejak sebelum laga lawan Parma.
“Sehari sebelum melawan Parma, saya rasa jika kami raih dua kemenangan, kami bakal berada di Liga Champions,” lanjutnya.
Untuk bakar motivasi pemain, Fabregas menggunakan cara yang cukup unik. Dia mempertontonkan video balapan sepeda ke skuadnya.
“Saya nunjukin video tentang pembalap sepeda yang posisinya keenam, lalu dia mengayuh lebih cepat di sprint terakhir dan menang. Itulah yang kami lakukan musim ini,” katanya.
Perjalanan Como gak selalu mulus. Mereka sempat lewati masa sulit usai menelan dua kekalahan dan cuma seri Udinese.
Tapi Fabregas negasin, dirinya tidak pernah kehilangan keyakinan pada tim muda yang dibangun musim ini.
“Ini pencapaian luar biasa karena cara kami melakukannya. Tim ini penuh pemain muda. Ada 15 pemain berusia 23 tahun,” jelasnya.
Menurutnya, sukses Como jadi bukti kerja keras ma kemauan berkembang bisa kalahkan pengalaman.
“Itu mahakarya seluruh tim. Mereka mau dengerin, selalu pengen berkembang, dan tingkatkan standar di waktu tepat,” tambahnya.
Meskipun dapat banyak pujian, Fabregas tetap rendah hati. Dia nilai pemain-pemainnyalah yang paling pantas dapet kredit atas keberhasilan Como tembus kompetisi elite Eropa.
“Laman Selanjutnya”
“Saya cuma bisa hormat ke pemainKarena pelatih coba kasih dorongan, pilihan juga tunjukin kekurangan tim,”tuturnya