Selasa, 7 April 2026 – 20:30 WIB
Jakarta, VIVA – Fenomena curhat di media sosial sekarang makin sering terjadi. Banyak orang tanpa pikir panjang membagikan masalah pribadi lewat status di platform seperti Facebook, Instagram, sampai TikTok. Tapi, kebiasaan ini mendapat peringatan dari Buya Yahya. Beliau mengingatkan bahwa tidak semua masalah seharusnya diumbar ke publik.
Dalam ceramahnya, Buya Yahya menyoroti kebiasaan sebagian orang yang pakai media sosial untuk meluapkan emosi atau masalah pribadi. Menurut beliau, tindakan ini malah bisa memperburuk keadaan. Sebab, tidak semua orang yang baca status itu bisa kasih solusi yang tepat.
Beliau sampaikan peringatan keras soal kebiasaan curhat sembarangan di dunia online.
“Masalah orang di Facebook bikin status dan sebagainya. Harus tahu, seperti yang kami katakan tadi, kalau ada orang curhat, ada wanita curhat maka itu wanita bodoh. Setiap orang yang dicurhati, itu wanita bodoh. Setiap orang yang dicurhati belum tentu bisa selesaikan masalah,” jelas Buya Yahya dalam kutipan dari kanal YouTube-nya, Selasa 7 April 2026.
Dalam lanjutan ceramah, Buya Yahya menilai bahwa menuliskan keluhan pribadi secara terbuka di medsos justru bisa bawa dampak buruk. Salah satunya, buka kesempatan bagi orang lain untuk menilai, menghakimi, atau bahkan menyalahgunakan informasi yang dibagi.
Beliau juga tegaskan bahwa kebiasaan bikin status berisi curahan hati secara sembarangan tidak tunjukkan sikap bijak dalam hadapi masalah.
“Kalau ada orang menyampaikan sesuatu curhatnya di statusnya. Makanya itu adalah super bodoh. Kalau tadi kan Superman ini super bodoh. Lebih gila lagi, lebih bodoh lagi,” tegasnya.
Buya Yahya juga ingatkan bahwa siapapun yang baca status di media sosial belum tentu mampu berikan solusi terbaik. Bahkan, orang yang kelihatan pintar atau berilmu sekalipun tidak selalu tepat jadi tempat curhat.
“Yang baca semua orang biarpun katanya seorang yang katanya alim, ustaz, profesor, cerdas, bodoh dia. Jadilah orang cerdas. Tidak semua harus kamu ungkapkan dan tuliskan,” tegasnya lagi.
Sebagai penutup, Buya Yahya ajak masyarakat untuk manfaatkan media sosial dengan lebih positif. Beliau sarankan agar platform digital dipakai untuk menyebarkan hal-hal baik yang bisa beri manfaat bagi orang lain.
“Bikin status yang baik, gambar yang baik, kalimat yang membangun jiwa, membangun akhlak,” tandasnya.