Bursa Asia Bergerak Fluktuatif, Investor Bersikap Menunggu Data Industri Tiongkok

Senin, 2 Februari 2026 – 08:50 WIB

Jakarta, VIVA – Bursa Asia-Pasifik bergerak naik turun pada pembukaan pasar hari ini. Hal ini terkait sikap wait and see investor yang menunggu laporan data aktivitas industri China untuk Januari 2026.

Baca Juga :


Harga Emas Dunia Turun, Analis: Ada Pemulihan ke Level US$6.400

Investor juga memantau harga emas dan perak setelah penurunan tajam akhir pekan lalu. Harga emas spot terakhir ada di US$4.744 per ons, sementara perak sekitar US$80 per ons.

Harga perak sebelumnya naik lebih dari dua kali lipat dalam setahun, tapi lalu anjlok sekitar 30%. Ini penurunan terburuk sejak 1980. Emas juga terkoreksi signifikan, turun sekitar 9%.

Baca Juga :


Kripto Berdarah, Bitcoin Terjun Bebas ke Bawah US$78.000

Selain itu, Bitcoin jatuh di bawah US$80.000 untuk pertama kali sejak April 2025. Harganya terakhir sekitar US$76.700 karena aksi jual besar-besaran.

Menurut CNBC Internasional, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,13%. Indeks Topix naik 0,52%.

Baca Juga :


Harga Emas Dunia Ambruk Lebih dari 8 Persen, Balik ke Level US$4.800

Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta. (Foto ilustrasi)

Photo : ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Di Korea Selatan, indeks Kospi turun lebih dari 2,5% saat pembukaan. Indeks Kosdaq yang isinya saham kecil juga turun tajam sekitar 3%.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong melemah ke level 27.330. Indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, turun 0,57%.

Pada perdagangan Jumat lalu, bursa AS turun karena saham teknologi lesu. Banyak investor setuju dengan pilihan Presiden AS Donald Trump yang menunjuk Kevin Warsh untuk memimpin Federal Reserve (The Fed).

MEMBACA  Saham, berita, data, dan pendapatan

Ketiga indeks utama Wall Street turun semua. Indeks S&P 500 turun 0,43% ke 6.939,03, ini koreksi ketiga berturut-turut. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,36% ke 48.892,47. Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,94% ke 23.461,82.

Transaksi Cicil Emas di BSN Meroket Gegara Ini

PT Bank Syariah Nasional (BSN) menargetkan total pembiayaan konsumer di 2026 mencapai sekitar Rp1 triliun. Hal ini didukung tren positif KPR syariah.

VIVA.co.id

1 Februari 2026

Tinggalkan komentar