Jakarta (ANTARA) – Perum Bulog, badan logistik negara Indonesia, telah memperluas kemitraannya dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat pengelolaan cadangan beras pemerintah. Kerjasama ini menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas, mencegah hama, dan mendukung ketahanan pangan.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kolaborasi ini meningkatkan transformasi Bulog dalam mengelola rantai pasok pangan melalui sistem berbasis inovasi.
"Melalui sinergi dengan BRIN, Bulog tidak hanya memperkuat perannya dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan, tetapi juga mendorong inovasi teknologi untuk meningkatkan manajemen logistik pangan secara keseluruhan," kata Ramdhani di Jakarta, Minggu.
Bulog dan BRIN menandatangani addendum terhadap nota kesepahaman mereka tentang riset rantai pasok pangan dan pertanian di Jakarta pada Jumat, 27 Maret.
Kesepakatan ini ditandatangani oleh Ramdhani dan Kepala BRIN Arif Satria, memperkuat kemitraan strategis yang telah berjalan sejak tahun 2024.
Ramdhani menjelaskan bahwa kerjasama yang diperluas ini mencakup pengembangan smart farming dengan teknologi maju, optimasi infrastruktur pengolahan pangan, modernisasi gudang, serta diversifikasi produk pangan.
Kemitraan ini juga mencakup diseminasi produk bersama, komunikasi publik, dan pengembangan jaringan pangan nasional untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan sistem pangan Indonesia.
Selain itu, kedua pihak akan fokus pada teknologi preservasi pangan, termasuk penggunaan teknik iradiasi, untuk meningkatkan kualitas produk, memperpanjang masa simpan, dan meningkatkan efisiensi distribusi pangan nasional.
"Dengan addendum ini, perusahaan berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung sistem ketahanan pangan nasional yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan," tambah Ramdhani.
Sementara itu, Satria menyebutkan kolaborasi ini penting untuk mempercepat aplikasi hilirisasi riset, memastikan inovasi tidak hanya terbatas di laboratorium tetapi diimplementasikan di sektor strategis.
"Kemitraan ini adalah langkah nyata untuk memastikan hasil riset diaplikasikan langsung untuk membangun sistem pangan nasional yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan," ujarnya.
Inisiatif ini mendukung upaya Indonesia memperkuat pengelolaan cadangan beras pemerintah dan menjaga kualitas pangan sebagai bagian dari langkah-langkah yang lebih luas untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Berita terkait: Pemerintah pastikan produksi beras optimal jelang musim kemarau
Berita terkait: Petani didorong gunakan varietas beras adaptif jelang musim kemarau
Penerjemah: Muhammad Harianto, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026