Kamis, 19 Maret 2026 – 08:06 WIB
Jakarta, VIVA – Langkah cepat Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI dalam mengungkap kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus mulai menunjukkan hasil. Setelah melakukan penyelidikan intensif, pihak militer telah menetapkan seorang anggota TNI sebagai tersangka dalam kasus yang menarik perhatian banyak orang ini.
Penetapan tersangka ini dilihat sebagai sinyal baik untuk reformasi hukum di dalam militer. Kerja sama antar lembaga dan keterbukaan informasi yang ditunjukkan Markas Besar TNI dianggap sebagai hal yang membedakan penanganan kasus kekerasan yang melibatkan aparat belakangan ini.
RSCM Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus: Kerusakan Sel Punca Kornea Sekitar 40 Persen
Koordinator Nasional Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAM-I), Asip Irama, sangat mengapresiasi kerja Puspom TNI. Menurutnya, langkah tegas ini membuktikan bahwa semboyan "TNI Bersama Rakyat" bukan cuma kata-kata, tapi benar-benar diwujudkan dengan penegakan hukum yang adil.
"Kami dari Himpunan Aktivis Milenial Indonesia sangat menghargai tindakan cepat dan tegas Puspom TNI. Menetapkan tersangka dari kalangan internal sendiri menunjukkan komitmen kuat Panglima TNI untuk membersihkan institusi dari oknum-oknum yang merusak kepercayaan rakyat," ujar Asip dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2026.
Beda Inisial Nama Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Versi Polisi dan TNI
Asip menekankan bahwa kecepatan TNI mengidentifikasi pelaku dan membukanya ke publik adalah bentuk transparansi yang patut dipuji. Dia mengatakan, publik sering skeptis kalau kasus hukum melibatkan aparat, tapi Puspom TNI berhasil mematahkan anggapan tersebut.
Selain mengapresiasi Puspom, Asip Irama juga menyoroti peran penting Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI dalam mengkomunikasikan perkembangan kasus ini dengan jelas. Menurut Asip, gaya komunikasi Kapuspen TNI saat ini mencerminkan sosok perwira tinggi masa depan yang sangat dibutuhkan.
"Kita lihat bagaimana Kapuspen TNI bisa mengelola informasi dengan sangat bagus. Beliau adalah sosok perwira tinggi masa depan yang profesional, terbuka, dan tidak takut kritik. Informasi yang disampaikan sangat transparan, sehingga tidak ada ruang untuk berita hoax atau spekulasi di masyarakat," kata Asip.
Bagi HAM-I, profesionalisme Kapuspen TNI menjadi jaminan bahwa informasi yang sampai ke publik adalah fakta yang objektif. Sosok perwira tinggi seperti inilah yang dinilai bisa menjembatani hubungan antara militer dengan generasi milenial dan Gen Z yang sangat kritis terhadap isu keterbukaan informasi.
Komisi III DPR Sepakat Bentuk Panja Kawal Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus
Halaman Selanjutnya
Dalam pernyataannya, Asip juga memberikan catatan kritis dengan membandingkan penanganan kasus Andrie Yunus dengan beberapa kasus besar di masa lalu yang masih dianggap misterius, salah satunya adalah peristiwa KM 50.