BSSN dan Kaspersky Kian Erat, Siap Perkuat Pertahanan Siber Indonesia

Senin, 13 April 2026 – 13:53 WIB

Jakarta, VIVA – Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengumumkan perpanjangan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Langkah ini menandai babak baru yang signifikan dalam kerjasama jangka panjang kedua pihak untuk meningkatkan keamanan siber di Indonesia.

Kaspersky dan BSSN pertama kali tandatangani MoU pada tahun 2021. Sejak itu, terjadi banyak pertukaran ilmu. Perwakilan BSSN rutin ikut serta dalam acara internasional Kaspersky, seperti mengunjungi Pusat Transparansi mereka di Swiss dan menghadiri KTT Analis Keamanan di Thailand dan Indonesia.

Perwakilan BSSN juga telah mengikuti Program Peningkatan Kapasitas Siber (CCBP) dari Kaspersky serta pertukaran teknis di kantor pusatnya di Rusia. Berdasarkan MoU yang diperbarui, ada empat bidang yang akan diperdalam kolaborasinya:

Kolaborasi Kebijakan. Kedua pihak akan berdiskusi dan berinisiatif terkait kebijakan keamanan siber, mendukung perlindungan sektor penting dan berkontribusi pada pengembangan lanskap keamanan siber nasional.

Kerjasama Internasional. Kemitraan ini akan memfasilitasi pertukaran wawasan global, praktik terbaik, dan intelijen ancaman untuk memperkuat kesiapan Indonesia.

Kolaborasi Teknis. Kaspersky dan BSSN akan berbagi keahlian teknis, temuan penelitian, dan informasi keamanan untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan pertahanan.

Inisiatif Bersama. Kolaborasi akan mencakup upaya peningkatan kesadaran, pelatihan profesional, dan program peningkatan kapasitas bagi pemangku kepentingan di sektor publik dan swasta.

“BSSN telah berada di garis depan pemikiran keamanan siber, memberikan panduan tentang isu strategis seperti kriptografi pascakuantum,” ujar Director of Government Affairs and Public Policy Kaspersky untuk Asia Pasifik dan Jepang, Heng Lee, Senin (13/4).

Sementara itu, Deputi Kebijakan Strategi Keamanan Siber dan Kriptografi BSSN, Marsekal Madya TNI R Tjahjo Khurniawan mengatakan, seiring percepatan transformasi digital, penguatan ketahanan siber semakin penting.

MEMBACA  RI berjanji untuk meninjau permintaan transfer tiga narapidana Bulgaria

Pembaruan kerjasama ini semakin memperkuat komitmen bersama. “Karena tantangan keamanan siber makin kompleks, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran dan membangun generasi baru ahli yang bisa menanggapi tantangan ini,” tegasnya.

Tinggalkan komentar