Jakarta (ANTARA) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mempersiapkan proyeksi teknologi masa depan untuk mengantisipasi ancaman dan meningkatkan daya saing riset dalam negeri.
“Kami sedang menyusun proyeksi teknologi masa depan yang memprediksi teknologi mana yang bakal relevan ke depannya,” kata Kepala BRIN Arif Satria di Jakarta, Senin.
Menurut Satria, proyeksi ini akan menjadi acuan untuk membentuk strategi industrialisasi negara di masa depan.
Ia mengingatkan bahwa industrialisasi tidak boleh dirancang hanya berdasarkan kondisi teknologi saat ini, karena banyak teknologi bisa menjadi kadaluwarsa dalam lima hingga sepuluh tahun.
“Karena itu, agar kerangka industrialisasi kita tetap relevan di masa depan, proyeksi teknologi ini harus diidentifikasi dengan cermat,” tegasnya.
Satria mencatat bahwa teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan (AI), bisa digunakan untuk membantu memproyeksikan teknologi mana yang cenderung mendominasi antara 2030 dan 2035.
“Mulai sekarang, kita bisa mempersiapkan arah riset dan strategi investasi agar tetap kompetitif dan industrialisasi kita benar-benar berkontribusi bagi peretumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Senada dengan pernyataan Satria, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu mengatakan Indonesia perlu stimulus yang lebih kuat untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alamnya.
Pasaribu menekankan bahwa hilirisasi memerlukan tidak hanya investasi, tetapi juga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memastikan kemandirian nasional yang lebih besar dalam mengelola sumber daya alam.
“Pada akhirnya, ini tentang membuat investasi di negara kita lebih kompetitif dan memaksimalkan nilai semua sumber daya alam kita,” katanya.
Berita terkait: Indonesia tegaskan komitmen percepat kemandirian teknologi antariksa
Berita terkait: BPJS dan BRIN perkuat riset untuk optimalkan Jaminan Kesehatan Nasional
Berita terkait: Pendidikan aliran pemikiran kunci bentuk generasi: BRIN
Penerjemah: Sean Filo Muhamad, Cindy Frishanti Octavia
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026