Jakarta (ANTARA) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar forum lintas kementerian untuk mempercepat kesiapan sumber daya manusia jelang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama Indonesia, yang ditargetkan beroperasi pada 2032.
Pada Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Percepatan Kesiapan SDM dan Kelembagaan untuk Pengembangan PLTN Pertama” di Jakarta, Selasa, Kepala BRIN Arif Satria menyatakan energi nuklir kini tidak diposisikan sebagai opsi terakhir, melainkan sebagai pilar kunci untuk energi dasar yang bersih dan stabil.
“Pembangunan PLTN merupakan lompatan teknologi yang membutuhkan standar keselamatan dan keamanan internasional yang ketat di bawah pengawasan International Atomic Energy Agency (IAEA),” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kesiapan SDM yang kompeten, berintegritas, serta memiliki budaya keselamatan nuklir yang kuat adalah prasyarat mutlak.
Beberapa institusi hadir dalam diskusi itu, antara lain Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Kementerian ESDM, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), dan PLN.
“Periode enam tahun menuju 2032 ini sangat kritis. FGD ini bertujuan memastikan bahwa saat PLTN pertama mulai beroperasi, ia dijalankan oleh talenta terbaik Indonesia yang telah dipersiapkan dengan matang, bukan mengandalkan tenaga asing,” kata Satria.
Forum ini berupaya mengintegrasikan lima dimensi utama kesiapan SDM, meliputi teknologi dan standar, kesiapan kelembagaan dan birokrasi, keselarasan kebijakan energi nasional, pengawasan keselamatan nuklir, serta kesiapan operasional di sektor ketenagalistrikan.
Pemerintah menargetkan unit PLTN pertama mulai beroperasi pada 2032 sebagai bagian dari peta jalan Indonesia untuk mencapai Net Zero Emissions pada 2060.
Berita terkait: BRIN menemukan keong darat endemik baru di Sumatera Selatan
Berita terkait: Studi BRIN proyeksikan peningkatan GDP dari program makan gratis
Berita terkait: BRIN dorong mitigasi bencana berbasis riset
Penerjemah: Sean, Kenzu
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026