BRIN Serukan Sinergi untuk Mendorong Teknologi Pertahanan

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amarulla Octavian menyerukan sinergi riset yang lebih kuat dalam pengembangan alat pertahanan untuk meningkatkan kemampuan teknologi dan memperkuat sistem pertahanan Indonesia.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta pada Kamis, dia mengatakan masa depan pertahanan tidak lagi ditentukan oleh kuantitas peralatan, tetapi oleh keunggulan teknologi dan kemampuan untuk mengintegrasikan sistem.

Octavian menyoroti sifat konflik global yang semakin kompleks dan multidimensi. Dia mencatat bahwa perang modern telah bergeser dari metode konvensional ke operasi multidomain yang melibatkan darat, laut, udara, siber, dan luar angkasa.

“Pergeseran ini didorong oleh kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan, sistem otonom, dan meningkatnya pentingnya penguasaan informasi, yang menjadi faktor kunci dalam meraih keunggulan strategis,” ujarnya.

Dia juga mengacu pada penggunaan teknologi militer dalam konflik terkini, termasuk perang Rusia–Ukraina dan ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, di mana misil, drone, dan sistem penangkal memainkan peran sentral dalam membentuk hasil di medan perang.

Menurut Octavian, penguasaan teknologi semacam ini bergantung pada pengembangan semikonduktor dan logam tanah jarang, yang mendasari banyak sistem senjata modern.

Dia mengatakan penguatan riset di bidang-bidang ini sangat penting untuk mencapai kemandirian yang lebih besar dalam pertahanan nasional.

Octavian menambahkan bahwa BRIN diamanatkan oleh undang-undang untuk melaksanakan riset yang mendukung kemajuan teknologi, termasuk di sektor pertahanan.

“Dalam konteks ini, BRIN siap menjadi jembatan antara kebutuhan pertahanan dan kapasitas riset nasional,” katanya.

Dia juga menekankan bahwa keunggulan teknologi telah menjadi pengganda kekuatan dalam sistem pertahanan modern.

“Negara-negara yang menguasai teknologi maju akan memiliki kemampuan pencegahan yang lebih kuat dan daya adaptasi yang lebih besar dalam menghadapi berbagai ancaman,” jelasnya.

MEMBACA  RI, Belanda membahas kemudahan visa untuk warga Indonesia

Berita terkait: Indonesia needs strong defense system to maintain wealth: Prabowo

Berita terkait: Preparing next-gen defense technology through Indo Defence 2025

Penerjemah: Sean Filo, Raka Adji
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar