BRIN Luncurkan Fasilitas Sinar Elektron untuk Dongkrak Ketahanan Pangan dan Ekspor RI

Jakarta (ANTARA) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia telah meluncurkan fasilitas sterilisasi berbasis nuklir yang baru. Tujuannya untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memperkuat daya saing ekspor.

Fasilitas bernama Akselerator Elektron Energi Tinggi (AEET) ini berada di Kawasan Sains dan Teknologi G.A. Siwabessy, Jakarta. AEET menggunakan teknologi sinar elektron (E-Beam) canggih untuk mensterilkan produk lebih efisien dibanding radiasi gamma atau sinar-X.

“Teknologi sinar elektron memiliki beberapa kelebihan dibanding metode iradiasi lain. Prosesnya lebih cepat, efisien, dan mudah dikontrol untuk berbagai keperluan sterilisasi,” kata Kepala BRIN Arif Satria dalam pernyataan pers pada Minggu.

Menurut Satria, AEET mampu mensterilkan hingga 25 ton produk hanya dalam 1,5 jam. Fasilitas ini dapat melayani industri mulai dari pangan, kesehatan, hingga kosmetik.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan pangan, memperpanjang masa simpan produk, serta mendukung program pemerintah seperti peningkatan kualitas ekspor dan jaminan pasokan pangan bergizi.

“Produk yang bisa diolah disini antara lain rempah, bahan baku kosmetik, produk kesehatan, dan bahan pangan seperti beras dan makanan siap saji. Masa simpannya bisa mencapai ratusan hari,” jelasnya.

BRIN memperkirakan bahwa kolaborasi dengan industri bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp247 miliar (US$14 juta) dalam lima tahun. Sebagian dari pendapatan ini akan menyumbang penerimaan negara.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa riset dan teknologi bisa berjalan seiring dengan industri untuk menambah pendapatan negara, sekaligus memperkuat ekosistem inovasi nasional,” tegas Satria.

Ia menyebut AEET sebagai tonggak penting dalam menghubungkan riset, teknologi, dan industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.

“Fasilitas ini adalah contoh nyata sinergi antara riset, teknologi, dan industri nasional untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang konkret bagi bangsa,” tutupnya.

MEMBACA  Dishub Bandung Menangkap Jukir yang Mematok Tarif Rp150 Ribu di Tamansari

Berita terkait: Indonesia butuh 200 peneliti baru untuk dorong energi nuklir: BRIN

Berita terkait: Indonesia akan perketat ekspor batubara dan minyak sawit: Prabowo

Penerjemah: Sean Filo M, Resinta Sulistiyandari
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar