BPBD Tangerang Imbau Warga Jauhi Sungai Cisadane Pascapencemaran

Tangerang, Banten (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menghimbau masyarakat untuk hindari kontak langsung dengan Sungai Cisadane pencemaran diduga akibat kebakaran gudang bahan kimia.

Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyampaikan di Tangerang, Selasa, bahwa warga harus meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas yang melibatkan air sungai hingga informasi resmi mengenai tingkat pencemaran dirilis.

“Kami mengajak masyarakat untuk sementara menghindari kontak langsung dengan Sungai Cisadane. Warga juga disarankan untuk memantau informasi terbaru dari BPBD, PDAM, dan Dinas Lingkungan Hidup terkait kondisi lingkungan,” ujarnya.

Sebelumnya, pencemaran air baku di Sungai Cisadane dilaporkan pasca insiden kebakaran gudang kimia di Serpong, Tangerang Selatan.

Pada Senin (9 Februari), air sungai terkontaminasi limbah kimia berbahaya, ditandai dengan bau menyengat, permukaan berminyak, serta kematian ikan mendadak.

Oleh karena itu, Mahdiar mendorong warga memperhatikan kualitas air sumur di area masing-masing, terutama jika terjadi perubahan bau, warna, atau rasa.

Warga juga diminta tidak mengkonsumsi ikan dari Sungai Cisadane yang kemungkinan terpapar pencemaran.

Selain itu, publik dihimbau untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala paparan, seperti iritasi kulit, gangguan pernapasan, atau mata perih dan berair.

Mahdiar juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menekankan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan pembaruan informasi berkala.

“Dalam keadaan darurat, warga dapat menghubungi layanan darurat di 112 atau hotline BPBD dan Pemadam Kebakaran Kota Tangerang di nomor 021-5582144,” tuturnya.

Berita terkait: Gov’t urged to investigate pollution in Cileungsi River

Berita terkait: Over 70 pct of Indonesian rivers are moderately polluted: ministry

Berita terkait: Govt plants 1,000 trees in Cisadane headwaters for disaster mitigation

MEMBACA  Di Gaza, Bukan Perang, Melainkan Pemberantasan Total Warga Sipil

Penerjemah: Achmad Irfan, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar