BNPB Tarik Pinjaman Rp949 Miliar untuk Peralatan Deteksi Gempa dan Tsunami

loading…

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto. Foto: Dok SindoNews

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaku anggaran untuk mitigasi bencana sangat terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan peralatan pencegahan di dalam negeri, BNPB harus mengambil utang dari luar negeri.

Hal ini diungkapkan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

“Tantangan dan kendala kami adalah dari sisi anggaran. Kenapa begitu? Karena dalam 5 tahun terakhir, anggaran pencegahan BNPB ini sangat terbatas. Anggaran mitigasi bencana kami sekitar Rp17-19 miliar per tahun. Tentu ini jumlah yang sangat kecil,” kata Suharyanto.

Baca juga: BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Jakarta-Jabar hingga 24 Januari 2026

Namun, Suharyanto menyatakan pihaknya tidak akan mengeluh dengan kondisi itu. “Karena APBN terbatas, kami berupaya agar mendapat persetujuan untuk alokasi pinjaman luar negeri (PLN),” ujarnya.

“Alhamdulillah, dalam 5 tahun akhir ini ada beberapa yang sudah disetujui. Pinjaman luar negeri ini juga untuk meningkatkan kemampuan BNPB dalam fase pra-bencana atau pencegahan,” tambahnya.

MEMBACA  1.573 Sapi Perah Diimpor RI dari Australia untuk Tingkatkan Produksi Susu Impor 1.573 Sapi Perah dari Australia demi Meningkatkan Produksi Susu di Indonesia RI Datangkan 1.573 Ekor Sapi Perah dari Australia untuk Dorong Produksi Susu 1.573 Sapi Perah Australia Tiba di Indonesia untuk Perkuat Pasokan Susu Lokal Indonesia Impor 1.573 Sapi Perah dari Australia untuk Genjot Produksi Susu